Nahdlatul Ulama
Logo Nahdlatul Ulama (NU) terpampang di depan Kantor PB NU, Jakarta.

Tajukpolitik – Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PB NU), Ahmad Fahrurrozi, kembali menegaskan jika NU secara organisasi tak boleh terlibat dalam mendukung partai politik atau calon presiden tertentu dalam gelaran Pemilu.

Hal tersebut ia sampaikan untuk merespons adanya klaim dari parpol tertentu bahwasanya partai tersebut sebagai satu-satunya kendaraan warga NU atau Nahdhiyyin.

“NU tidak boleh terlibat dukung mendukung partai atau capres manapun,” tegasnya, Rabu (8/2).

Pria yang sering dipanggil Gus Fahrur ini menyatakan NU tetap berpegang pada khitah awal pendirian sebagai ormas keagamaan. Karena itu, ia berharap NU menjadi rumah besar yang nyaman bagi semua warganya.

Ia pun meminta PKB tak membawa-bawa nama NU dalam kegiatan politik.

“Silakan kader NU berjuang di PKB tanpa membawa-bawa nama NU,” ucapnya.

Gus Fahrur juga meminta agar warga NU patuh pada aturan yang ditetapkan oleh organisasi. NU, lanjutnya, dapat berfokus sebagai ormas keagamaan dan pelayanan masyarakat.

“Tidak boleh tercerai berai dalam kontestasi pemilu,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf beberapa waktu lalu juga menegaskan agar NU tidak berpolitik praktis dan menjaga jarak yang sama kepada setiap parpol, termasuk PKB.

Ia juga telah meminta kepada semua partai politik agar tidak menggunakan NU sebagai ‘senjata’ di dalam kompetisi politik.

Iklan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini