Said Didu Sindir Pernyataan Moeldoko Soal Harga BBM: Yang Buat Sulit Adalah Menambah Utang Tanpa Terkendali

said didu sindir muldoko

TajukPolitik – Mantan sekretaris BUMN, Muhammad Said Didu mengkritik pernyataan KSP Moeldoko soal kenaikan harga BBM yang menyatakan negara akan kesulitan jika tidak menaikkan harga BBM.

Said Didu dalam melalui cuitannya di media sosial Twitter yang dilihat pada, Selasa 19 Juli 2022 menyebutkan yang buat kesulitan adalah yang menambah utang.

Menurut Said Didu, kesulitan yang dialami negara dimulai dengan sering menambah utang sehingga dana habis untuk digunakan bayar utang.

Habisnya dana ini menurut Said Didu, negara akan kekurangan dana untuk mensubsidi harga-harga untuk rakyat.

“Yang buat kesulitan adalah yang menambah utang tanpa terkendali sehingga dana habis untuk bayar utang, akibatnya kekurangan dana untuk subsidi”, kata Said Didu.

Selain Said Didu, pernyataan KSP Moeldoko ini juga ditimpali oleh warganet yang menyebutkan negara berada dalam kondisi kesulitan karena banyaknya kebijakan yang keliru.

Akibat dari banyaknya kekeliruan kebijakan yang diambil oleh pemerintah, dampak terbesaranya adalah kepada rakyat yang semakin tersulitkan.

“Bukannya negara kesulitan karena banyaknya kekeliruan kebijakan? Akibatnya rakyat yang tersulitkan”, komentar netizen @her_alone.

Selain itu, ada pula warganet yang menganggap selama ini pemerintah selalu membuat rakyat darah tinggi dengan segala kebijakannya.

“Pemerintah emang buat masyarakat darah tinggi kok. Harusnya jadi pemerintah siap miskin kok malah subur di negara Wakanda, mana bisnis di dalam negeri kan dungu”, komentar akun @alvinrio_1501.

Sebelumnya, KSP Moeldoko menyampaikan bahwa efek terbesar dari kenaikan harga energi di dunia membuat Indonesia berada dalam posisi yang tidak menguntungkan.

Olehnya itu, hingga saat ini pemerintah masih harus menanggung beban subsidi untuk rakyat dalam hal BBM.

Menurut KSP Moeldoko, jika harga BBM tidak dinaikkan maka beban untuk negara cukup besar karena harus menanggung subsidi untuk rakyat.

“Kita sekarang menghadapi situasi yang tidak enak, yakni persoalan energi. Mau harga BBM dinaikkan masyarakat lagi sulit. Tidak dinaikkan negara kesulitan karena untuk subsidinya ke harga BBM itu luar biasa”, kata KSP Moeldoko, dikutip dari KompasTv.

Moeldoko menyampaikan kenaikan harah minyak mentah di dunia berpengaruh pada APBN, terlebih dalam perhitungan sebelumnya, kenaikan harga minyak dunia diproyeksikan tak sampai 70 dollar AS per barrel.

Iklan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!