Senin, Desember 1, 2025

Banjir dan Longsor di Agam Sumbar: 74 Korban Tewas dan 78 Warga Hilang

BANGLISANTUY.COM Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa jumlah korban jiwa akibat cuaca ekstrem, seperti banjir dan longsor, di Kabupaten Agam, Sumatra Barat, terus mengalami peningkatan.

Per data terakhir hingga hari Jumat (28/11) pukul 20.00 WIB, jumlah korban yang meninggal telah mencapai 74 orang, sementara puluhan lainnya masih dinyatakan hilang.

Operasi pencarian dan penyelamatan masih berlangsung hingga Sabtu (29/11), melibatkan tim gabungan dari BNPB, BPBD, TNI, Polri, Basarnas, serta relawan lokal.

Evakuasi dilakukan di tengah kondisi medan yang berat, dengan adanya tumpukan material longsor dan banjir yang menggenangi jalan.

Menurut laporan BPBD Kabupaten Agam, korban jiwa tersebar di lima kecamatan. Dari total 74 korban, 27 di antaranya berasal dari Kecamatan Palembayan, dengan 21 korban yang sudah teridentifikasi, sedangkan 6 lainnya masih menunggu proses identifikasi.

Di dalam Kecamatan Palembayan, distribusi korban meninggal juga dicatat per wilayah. Di Kampung Tangah, tujuh korban telah teridentifikasi, di Kampung Tangah Timur terdapat sembilan orang, dan di Subarang Ala sebanyak 17 orang.

Kondisi yang terlihat di lapangan menunjukkan kerusakan parah di berbagai permukiman serta akses jalan yang terputus.

Di luar Palembayan, sejumlah kecamatan lainnya juga melaporkan korban jiwa. Di Kecamatan Malalak, tercatat sepuluh orang meninggal, sementara di Kecamatan Tanjung Raya ada dua orang, dan satu korban masing-masing di Kecamatan Palupuh dan Kecamatan Matur. Seluruh korban tersebut telah berhasil teridentifikasi oleh petugas.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Agam mencatat bahwa ada 78 warga yang masih hilang, dengan jumlah terbesar berasal dari Kecamatan Palembayan yang mencapai 69 orang.

Di Kecamatan Malalak terdapat tujuh orang hilang, dan dua orang di Kecamatan Tanjung Raya.

Hingga saat ini, tim pencarian masih aktif menyisir daerah yang terdampak menggunakan peralatan evakuasi darat dan dukungan drone untuk mempercepat proses pemetaan lokasi.

BNPB menegaskan bahwa semua upaya penanganan darurat sedang dipercepat, termasuk penyediaan tempat untuk pengungsi, dapur umum, dan bantuan logistik. Tim kesehatan juga telah dikerahkan untuk mencegah potensi penyebaran penyakit setelah bencana.

Pemerintah daerah mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada, mengingat cuaca ekstrem diprediksi masih berpotensi berlanjut.

Poster

Comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terbaru