BANGLISANTUY.COM – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pemerintah siap melaksanakan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk melakukan perbaikan menyeluruh pada fasilitas pendidikan serta infrastruktur konektivitas nasional di tahun mendatang.
Program yang direncanakan mencakup perbaikan sebanyak 60 ribu sekolah dan pembangunan 300 ribu jembatan di seluruh wilayah Indonesia.
Purbaya menekankan bahwa perbaikan sekolah bukanlah hal baru. Sebab, program serupa telah berlangsung sejak 2025 dan akan dilanjutkan dengan skala yang lebih besar pada 2026.
Meski demikian, beliau mengungkapkan bahwa perhitungan kebutuhan anggaran secara rinci masih menunggu hasil dari pengecekan di lapangan.
“Ada (dananya). Kita perbaikan banyak. Ada (dana), tapi kan masih dihitung (detail) biayanya,” tuturnya saat menghadiri Conference on Indonesian Foreign Policy (CIFP) 2025 di Hall Kasablanka pada Sabtu, 29 November.
Dia menjelaskan bahwa kondisi fisik masing-masing sekolah sangat bervariasi, sehingga penting bagi pemerintah untuk menghitung kembali tingkat kerusakan serta kebutuhan perbaikan di setiap daerah. Hal ini dilakukan agar alokasi anggaran sesuai dengan realitas yang ada di lapangan serta tepat sasaran.
Di samping perbaikan sekolah, pembangunan jembatan juga menjadi fokus utama pemerintahan Prabowo. Purbaya menyatakan bahwa saat ini sedang dilakukan pengumpulan data mengenai kebutuhan pembangunan jembatan.
Data ini mencakup lokasi sungai, kondisi medan, dan jumlah jembatan yang ideal untuk setiap wilayah.
“Yang paling disusun pasti jembatan, sekitar 300 ribu. Sedang dikompilasi datanya seperti apa, berapa jembatan dibutuhkan betul, dan untuk masing-masing sungai itu seperti apa,” jelasnya.
Presiden Prabowo sebelumnya sudah menetapkan target perbaikan 60 ribu unit sekolah pada tahun 2026, sebuah lonjakan signifikan dibanding capaian 16 ribu unit pada tahun ini.
Di hadapan ribuan guru dalam perayaan Puncak Hari Guru Nasional 2025 di Indonesia Arena, Prabowo menegaskan kembali komitmennya dalam memperbaiki kualitas fasilitas pendidikan di seluruh negeri.
“Minimal 60 ribu, 60 ribu pun saya tidak puas, menkeu bisa kita tambah (anggaran)?” ungkapnya.
Selain fokus pada infrastruktur pendidikan, Prabowo juga merencanakan pembentukan Satuan Tugas Khusus Darurat Jembatan yang akan berfokus pada pembangunan jembatan di daerah-daerah terpencil. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa semua wilayah, termasuk yang terisolasi, dapat memperoleh akses yang lebih baik melalui jaringan konektivitas yang baik.
Pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan menjadi salah satu pilar utama dalam membangun ekonomi yang inklusif. Dengan adanya jembatan yang lebih banyak dan sekolah yang lebih baik, diharapkan dapat menciptakan peluang pendidikan yang lebih luas bagi masyarakat, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi di seluruh Indonesia.
Keberhasilan program-program ini tidak hanya bergantung pada anggaran, tetapi juga pada partisipasi aktif dari masyarakat dan pihak terkait lainnya untuk bersama-sama mendukung realisasi perbaikan yang diharapkan. Diharapkan, dengan langkah-langkah yang sudah dipersiapkan, kualitas pendidikan dan infrastruktur di Indonesia dapat meningkat secara signifikan dan berkelanjutan.
Inisiatif ini menyiratkan bahwa pemerintahan saat ini berkomitmen untuk memberikan perhatian lebih kepada sektor pendidikan dan infrastruktur, yang merupakan dua aspek penting dalam memajukan bangsa. Dengan perhatian yang serius terhadap pembangunan fasilitas pendidikan dan konektivitas, diharapkan masa depan yang lebih cerah bagi generasi mendatang dapat terwujud.




