Rabu, Desember 10, 2025

Wali Kota New York Zohran Mamdani Bergabung dalam Mogok Pekerja Starbucks: Kritik terhadap Ketidakadilan Upah

BANGLISANTUY.COM Pada Senin, 1 Desember, Wali Kota New York, Zohran Mamdani, hadir langsung di jalanan untuk menunjukkan dukungannya kepada pekerja Starbucks yang tengah beraksi di kawasan Gowanus, Brooklyn. Para pekerja ini telah melakukan mogok kerja selama beberapa tahun terakhir untuk menuntut upah yang lebih layak dan jadwal kerja yang lebih jelas.

Dalam demonstrasi yang berlangsung di depan gerai Starbucks di Gowanus, Mamdani mengungkapkan dukungannya yang kuat terhadap tuntutan pekerja. Ia menegaskan pentingnya keadilan upah serta peningkatan kualitas hidup sebagai isu yang mendesak untuk diperjuangkan.

“Saat saya menjadi wali kota kota ini, saya akan terus berdiri di garis depan bersama para pekerja. Kami ingin membangun pemerintahan yang dikenal selalu berdiri bersama para pekerja di setiap langkahnya,” tutur politikus berhaluan sosialis demokrat tersebut, seperti yang dikutip dari New York Times.

Selama masa kampanye politiknya, Mamdani telah berkomitmen untuk menerapkan kebijakan yang lebih propekerja, yang jauh lebih progresif dibandingkan pendahulunya, Eric Adams. Aksinya untuk turun ke jalan merupakan sinyal bahwa ia siap mewujudkan agenda perlindungan bagi pekerja secara nyata.

Sementara itu, aksi solidaritas Mamdani berlangsung bersamaan dengan pengumuman penting dari Wali Kota Eric Adams, yang menyatakan bahwa Starbucks telah menyetujui pembayaran penyelesaian sebesar US$38,9 juta atau sekitar Rp646,5 miliar. Penyelesaian ini merupakan tindak lanjut dari berbagai pelanggaran ketenagakerjaan yang dilakukan perusahaan tersebut terhadap hukum yang berlaku di Kota New York.

Departemen Perlindungan Konsumen dan Pekerja New York melaporkan bahwa Starbucks telah melanggar regulasi ketenagakerjaan lebih dari setengah juta kali sejak 2021. Salah satu pelanggaran yang paling signifikan adalah ketidakmampuan perusahaan untuk memberikan jadwal kerja yang tetap dan stabil bagi para stafnya.

  • Lebih dari 15 ribu pekerja paruh waktu akan mendapatkan ganti rugi dalam penyelesaian ini, dengan jumlah yang ditetapkan sebesar US$50 per minggu untuk periode dari 4 Juli 2021 hingga 7 Juli 2024.
  • Namun, penting untuk dicatat bahwa penyelesaian ini hanya mencakup pelanggaran yang terjadi di masa lalu dan tidak mencakup tuntutan dari serikat pekerja yang masih diperjuangkan, seperti kenaikan upah, penambahan staf, dan perbaikan dalam jadwal kerja.

Dalam pidatonya, Mamdani kembali menegaskan komitmennya untuk membangun New York yang lebih adil bagi semua pekerja. “Karena kita semua bersatu dalam keyakinan bahwa kita harus membangun New York di mana setiap pekerja bisa hidup dengan layak,” ujarnya, seperti yang dikutip dari New York Post.

Lebih lanjut, ia menambahkan, “Kita harus membangun New York di mana kata-kata kita tidak terdengar hampa. Sebagaimana kita menyebut kota ini sebagai kota serikat pekerja, kita harus membangun New York di mana para pekerja yang menggerakkan kota ini mampu tinggal di dalamnya.”

Tak hanya Mamdani, aksi tersebut juga dihadiri oleh tokoh sosialis terkemuka, Senator Bernie Sanders. Kehadiran Sanders menunjukkan dukungan politik yang signifikan terhadap perjuangan para pekerja Starbucks untuk mendapatkan keadilan yang mereka inginkan.

Poster

Comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terbaru