Selasa, 18 Juni, 2024

Setelah Maruarar Sirait Mundur, Pengamat: Clue untuk Loyalis Jokowi Tinggalkan PDIP!

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Tajukpolitik – Pendiri Lembaga Survei Indikator Politik, Burhanuddin Muhtadi, mengatakan mundurnya Maruarar Sirait dari PDIP menjadi clue penting bagi loyalis Jokowi yang masih berada di PDIP.

Pasalnya, sebelum menyerahkan Kartu Tanda Anggota (KTA) nya ke DPP PDIP, Ara panggilan akrab Maruarar bertemu Presiden Jokowi.

“Ini kehilangan besar buat PDIP apalagi dilakukan sebulan sebelum pemilu,” ujar Burhanuddin, kepada wartawan, Rabu (17/1).

Burhanuddin mengamati perjalanan karier 9 tahun terakhir Maruarar di PDIP. Maruarar yang mendukung Jokowi sejak 2014 sering menuai konsekuensi politik di PDIP.

“Bung Ara menjadi pioner munculnya Pak Jokowi sebagai capres. Dan ketika Pak Jokowi menang menimbulkan komplikasi dan pada saat Bung Ara dipilih jadi menteri justru menuai penolakan yang datang dari partainya sendiri. Tetapi Ara tetap loyal meskipun akhirnya dipindah dapil, dicopot posisinya dari DPP dan TMP,” jelas Burhan.

“Jadi 9 tahun terakhir itu masih menunjukkan kesabaran. Tapi kesabarannya habis dengan hubungan Jokowi dan PDIP yang semakin panas. Jadi langkah Bung Ara pamit dari PDIP mengikuti konstelasi Pak Jokowi karena dia memang orang Jokowi, ketika melihat hubungan PDIP dan Jokowi semakin merenggang menjelang Pemilu 2024, dia memilih ikut Pak Jokowi,” lanjut Burhan.

Maruarar bukan-satunya orang Jokowi yang meninggalkan PDIP. Burhan mencatat ada Budiman Sudjatmiko, Bobby Nasution dan tentu saja Gibran Rakabuming yang menjadi cawapres Prabowo Subianto. Pamitnya Maruarar disebut menjadi clue untuk loyalis Jokowi yang masih diam.

“Jadi pamitnya Bung Ara dari PDIP ini memang sebagai sebuah kehilangan besar karena memberi signal kepada basis Pak Jokowi yang berada PDIP untuk mencari opsi lain,” tegas Burhan.

Sejumlah pihak menyebut secara defacto Jokowi sudah diluar PDIP. Namun Burhan meyakini Jokowi tidak akan pamit secara terbuka, hanya memberikan sinyal-sinyal politik saja.

“Untuk Pak Jokowi sangat bergantung konstelasi ke depan. Tapi untuk pindah secara frontal sepertinya tidak. Jadi direfleksikan orang-orang seperti Bang Ara, gestur yang makin mendukung Pak Prabowo-Gibran. Jasi tidak langsung keluar, kecuali dipecat,” ujarnya.

Soal ke mana Maruarar akan berlabuh, Burhan belum bisa memprediksi. Yang jelas Burhan yakin Maruarar akan memberikan dukungan capres sama seperti Jokowi.

“Dia akan mengikuti ke mana arah Pak Jokowi memberikan blessing ke paslon nomor dua,” pungkasnya.

- Advertisement -spot_img
Berita Terbaru
- Advertisement -
Berita Lainnya
Rekomendasi Untuk Anda
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!