Selasa, 18 Juni, 2024

Sentil Capres yang Tolak Pemberian Bansos, Bahlil: Mereka Tidak Senang Rakyat dapat Bantuan Pemerintah!

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

TajukpolitikĀ – Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia, mengkritik calon presiden yang menolak pemberian bansos.

Hal tersebut ia ungkapkan untuk menanggapi pemberian bansos yang dilakukan oleh Presiden Jokowi belakangan ini.

Balil juga meminta agar tidak ada pihak yang membatasi ruang gerak Presiden Jokowi dekat dengan rakyat.

“Presiden jangan juga dibatasi ruang geraknya untuk bersentuhan dengan rakyat. Dan (penyerahan bansos oleh Presiden) itu terjadi sudah sejak lama. Mungkin capres yang mengkritisi itu mungkin capres yang maunya kerja di atas meja, enggak mau ke lapangan. Pak Jokowi kan beda, Pak Jokowi mau kerja di lapangan,” kata Bahlil, Rabu (7/2).

Bahlil mengatakan penyaluran bansos sudah dilakukan sejak lama dan pembagian bansos yang dilakukan Presiden maupun menteri, boleh-boleh saja.

Bahlik menegaskan pihak-pihak yang mengkritisi penyaluran bansos, dapat diartikan pihak tersebut tidak senang masyarakat menerima bantuan.

“Kenapa harus dipersoalkan. Orang itu untuk mereka kok. Kita jangan merasa diri bahwa kehidupan kita sama dengan yang lain,” tegas Bahlil.

Untuk diketahui, sebelumnya, calon presiden (capres) nomor urut satu Anies Baswedan dan capres nomor urut dua Ganjar Pranowo kompak mengkritik bansos yang diberikan Presiden Jokowi jelang Pemilu 2024.

Kritik disampaikan keduanya dalam debat pamungkas capres di Jakarta Convention Center (JCC), Minggu malam, 4 Februari 2024.

Anies memandang, bantuan sosial (bansos) sebagai bantuan yang diberikan untuk penerima bukan untuk pemberi. Bansos, ujar dia, juga harus diberikan tepat waktu.

“Kita harus menyadari bahwa bansos adalah bantuan untuk si penerima, bukan bantuan untuk si pemberi karenanya, dia diberikan sesuai dengan kebutuhan si penerima kalau penerimanya membutuhkan bulan ini, ya diberikan bulan itu,” ujar Anies dalam debat pamungkas capres, JCC, Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (4/2).

“Kalau dibutuhkannya tiga bulan lagi, ya, tiga bulan lagi jangan dirapel semuanya, dijadikan sesuai kebutuhan. Itulah yang disebut sebagai bansos tanpa pamrih,” sambung Anies.

- Advertisement -spot_img
Berita Terbaru
- Advertisement -
Berita Lainnya
Rekomendasi Untuk Anda
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!