Minggu, 23 Juni, 2024

Prabowo Subianto Memuji Kepemimpinan SBY Saat Tangani Krisis Akibat Bencana Tsunami Aceh

TajukPolitik – Calon presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto memuji kepemimpinan Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat menangani krisis imbas bencana tsunami yang terjadi di Aceh pada 2004 silam.

Pujian itu disampaikan Prabowo saat menghadiri acara silaturahmi dengan ulama dan tokoh masyarakat Aceh di Banda Aceh, Selasa (26/12). SBY hadir dalam acara.

“Kita bersyukur Aceh dalam keadaan damai dan telah bangkit dari tragedi tsunami yang luar biasa, dan di situ kita melihat kepemimpinan luar biasa dari Pak SBY,” kata Prabowo.

Ia menyebut ketika bencana itu terjadi, SBY baru beberapa bulan menjadi presiden. Namun, menurutnya, SBY berhasil memimpin Indonesia keluar dari krisis yang terjadi.

“Dua bulan sudah dihadapi krisis yang luar biasa. Bukan hanya krisis Indonesia, tapi krisis dunia. Tapi alhamdulillah beliau bisa mengatasi, memimpin semua usaha, suatu pekerjaan yang luar biasa, dan kita-kita merasakan sekarang hasil dari leadership beliau,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga mengatakan prestasi dan kebaikan seorang pemimpin biasanya baru dirasakan ketika sudah tidak menjabat lagi.

Ia menyebut tidak hanya untuk Aceh, jasa-jasa SBY dirasakan seluruh masyarakat Indonesia.

“Prestasi, kebaikan seorang pemimpin, baru diketahui sebenar-benarnya sesudah beliau tidak berkuasa lagi. Ini kita lihat sekarang peran Pak SBY, jasa-jasa beliau, tidak hanya untuk Aceh saja, tapi untuk seluruh Indonesia, mulai rakyat merasakan,” kata Prabowo.

Sementara itu, SBY menceritakan ketika mendapat kabar terjadi tsunami terjadi di Aceh, ia tengah kunjungan ke Papua. SBY lalu langsung menggelar sidang kabinet darurat.

“Malam harinya saya gelar sidang kabinet darurat di Jayapura, untuk segera mengambil langkah cepat, mengatasi keadaan, menyelamatkan jiwa yang masih bisa diselamatkan,” katanya.

Keesokan harinya, SBY dan rombongan lalu berangkat menuju Aceh, namun karena pesawat yang saat itu kecil, dibutuhkan transit beberapa kali untuk mengisi bahan bakar.

SBY saat itu mengaku meminta Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk terbang ke Banda Aceh terlebih dahulu.

“Harus tambah bahan bakar di Ambon, di Makassar dan Batam, sehingga baru hari kedua sore hari saya mendarat di Lhokseumawe. Saya minta pada Wapres Pak JK, tolong berangkat duluan ke Banda Aceh,” ujar SBY.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono menyatakan bahwa tragedi tsunami merupakan pelajaran berharga bagi Indonesia dan Aceh.

AHY menganggap Aceh telah berhasil melewati fase rekonstruksi setelah diterjang tsunami. Aceh, kata dia, juga sukses mencapai kestabilan setelah mengalami konflik panjang.

“Kita mengundang para tokoh dan alim ulama tersebut untuk hadir sama-sama memperingati tsunami dan juga perdamaian dan kita spesial mengundang Prabowo Subianto sebagai Menhan,” ujar AHY.

- Advertisement -spot_imgspot_img
Berita Terbaru
- Advertisement -spot_img
Berita Lainnya
Rekomendasi Untuk Anda
- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!