Pemilihan Langsung Bagian Integral dari Demokrasi, PAN Tolak Pemilihan Presiden oleh MPR

Suasana di TPS

Tajukpolitik – Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Viva Yoga Mauladi, menolak wacana yang diusulkan oleh Amien Rais mengenai pemilihan Presiden oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).

Menurut Viva, tidak ada jaminan bahwa mekanisme tersebut akan menghilangkan fenomena politik uang (money politics).

Viva menegaskan bahwa pemilihan langsung telah menjadi bagian integral dari tradisi politik di Indonesia.

“Saat ini, seluruh jabatan publik mulai dari Presiden, gubernur, bupati, wali kota, hingga kepala desa dipilih melalui sistem pemilihan langsung oleh rakyat. Budaya pemilihan langsung ini sudah menjadi bagian integral dari sistem demokrasi di Indonesia,” kata Viva kepada wartawan, Jumat (7/6).

Viva menganggap bahwa fenomena money politics tidak bergantung pada sistem pemilihan yang diterapkan.

“Jika alasan pemilihan langsung adalah banyaknya money politics, tidak ada jaminan bahwa pemilihan tidak langsung akan menghilangkan money politics,” imbuhnya.

Menurut Viva, money politics bisa saja lebih masif dalam sistem pemilihan tidak langsung.

“Justru mungkin saja akan semakin masif dan semakin besar karena jumlah pemilih semakin sedikit sehingga lebih mudah dikoordinasikan,” jelasnya.

Viva menyatakan perlunya kajian lebih lanjut mengenai wacana ini untuk peningkatan kualitas demokrasi.

“Perlu ada kajian lebih lanjut untuk menentukan mana yang lebih baik bagi peningkatan kualitas demokrasi. Bagi PAN, sistem pemilihan langsung adalah perwujudan dari kedaulatan rakyat,” tegasnya.

Viva menjelaskan bahwa pemilihan langsung adalah bagian dari pengejawantahan kedaulatan rakyat dan prinsip-prinsip persamaan hak warga negara.

“Sistem pemilihan langsung memungkinkan one person, one vote, one value. Jika ada penyimpangan, penyelenggara, atau masalah teknis administratif, kita harus memperbaikinya,” ujar Viva.

PAN, menurut Viva, tetap menghendaki pemilihan Presiden melalui pemilu. Ia menyarankan agar mekanisme dalam pelaksanaan pemilu yang masih mengalami ketidaksempurnaan diperbaiki, bukan mengubah sistem pemilihannya.

“PAN tetap menyatakan bahwa sistem pemilihan Presiden secara langsung adalah bagian dari tradisi politik dan budaya demokrasi di Indonesia. Jika ada masalah atau kendala, kita sempurnakan bersama-sama dengan partai politik, pemerintah, dan seluruh kekuatan masyarakat,” tutup Viva.

Dengan demikian, PAN menegaskan pentingnya pemilihan langsung sebagai mekanisme yang mewujudkan kedaulatan rakyat dan meningkatkan kualitas demokrasi di Indonesia.

Iklan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!