Minggu, 23 Juni, 2024

PDIP Ingin Kadernya Jadi Cawagub Khofifah di Pilgub Jatim, Demokrat: Khofifah Emil Dardak Paling Tepat 

TajukPolitik – Kepala BPOKK Partai Demokrat Herman Khaeron merespons soal keinginan PDI Perjuangan (PDIP) yang mengusung kadernya menjadi pendamping Khofifah Indar Parawansa di Pilkada Jawa Timur.

Herman menilai sah saja jika ada partai lain termasuk PDIP yang ingin mengusung kadernya dampingi khofifah.

“Sah-sah saja, kalaupun ingin mendukung Bu Khofifah dengan mendorong kadernya ya sah-sah saja. Dalam politik itu kan terbuka lah untuk semuanya, berkomunikasi, memiliki peluang-peluang yang terus diikhtiarkan,” kata Herman saat ditemui awak media di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (29/5).

Meski demikian kata dia, saat ini pasangan yang sudah tepat untuk Pilkada Jawa Timur adalah pasangan Khofifah dengan Emil Dardak.

Emil sendiri merupakan Ketua DPW Demokrat Jawa Timur. Herman menilai, kinerja keduanya di periode kepemimpinan sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur sebelumnya di Jawa Timur sudah baik.

“Ya saya kira kita tidak ingin bicara lainlah, kita sudah melanjutkan yang sudah dilakukan di periode sebelumnya, yang sudah terbukti bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jatim, pertumbuhan di atas rata-rata nasional, bisa mengentaskan kemiskinan,” kata dia.

Sehingga Herman mengklaim kalau pasangan Khofifah-Emil di Pilkada Jawa Timur merupakan calon yang tepat.

Oleh karena itu, anggota Komisi VI DPR RI itu menilai tidak perlu ada rombak pasangan lagi khususnya untuk Pilkada Jawa Timur.

“Ya inilah sosok figur yang kita cari sesungguhnya gitu, enggak usah rombak-rombak lagi, kalau sudah ada, ini yang terbaik saya kira untuk memimpin Jatim ke depan,” tukas dia.

Sebelumnya, Ketua DPD PDI Perjuangan (PDIP) Jawa Timur, Said Abdullah, menyebut pihaknya menyiapkan sejumlah nama untuk diusung menjadi calon wakil gubernur (cawagub) pendamping Khofifah Indar Parawansa di Pilkada Jawa Timur 2024.
Said mengatakan Jawa Timur merupakan basisnya kaum Nahdliyin atau Nahdlatul Ulama (NU).

Di mana, Khofifah adalah santriwati tulen yang dibesarkan dari kalangan NU dan hingga kini masih Ketua Umum PP Muslimat NU, organisasi perempuan Nahdliyin.
Selain itu, Said menuturkan mantan Gubernur Jawa Timur itu juga masuk dalam jajaran Pengurus Besar NU.

“Jadi kalau Mbak Khofifah bersedia merangkul kalangan abangan sebagai wakilnya yang berasal dari PDIP, saya kira dua kekuatan ini akan mewakili dua corak kultural besar di Jatim,” kata Said kepada wartawan, Selasa (28/5/2024).

Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI ini menegaskan PDIP memiliki banyak kader untuk mendampingi Khofifah di Pilkada Jawa Timur.

Menurut Said, mereka adalah kader-kader yang berprestasi di daerahnya dan berpengalaman.

“PDIP memiliki Gus Yani, Bupati Gresik, ada Mas Arifin Bupati Trenggalek, ada Mas Ony Bupati Ngawi, ada Ning Ipuk Bupati Banyuwangi,” ujarnya.

“Ada pula Achmad Fauzi Bupati Sumenep. Kalau Mbak Khofifah memilih Mas Fauzi, akan melengkapi keterwakilan masyarakat Madura sebagai pemimpin di Jawa Timur,” ucapnya menambahkan.

Said menuturkan setelah Muhammad Noer, tidak ada lagi keterwakilan orang Madura sebagai pemimpin di Jawa Timur.

“Prinsipnya, PDIP Jawa Timur akan siap menggerakkan seluruh kekuatan untuk memenangkan calon gubernur dan wakil gubernur yang di usung oleh PDIP. Dan Insya Allah akan mendapatkan kemenangan,” imbuhnya

- Advertisement -spot_imgspot_img
Berita Terbaru
- Advertisement -spot_img
Berita Lainnya
Rekomendasi Untuk Anda
- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!