Selasa, 18 Juni, 2024

Memandang Tidak Ada Urgensi Gunakan Hak Angket, AHY Lebih Memilih Rekonsiliasi

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

TajukPolitik – Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) minilai tak melihat adanya hal yang mendesak untuk melakukan hak angket.

Hal tersebut AHY sampaikan menanggapi usulan hak angket atas dugaan kecurangan Pilpres 2024.

“Saya tidak melihat ada urgensi ke sana,” kata AHY di Rumah Dinas Wapres di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (24/2).

AHY mengatakan hal itu bukan karena saat ini Demokrat bagian dari pemerintah. Namun, kata dia, Demokrat lebih menghormati proses Pemilu 2024 yang saat ini masih berlangsung.

“Penghitungan masih berlangsung, bagaimanapun kita menunggu secara formal dan resmi oleh KPU,” ujarnya.

Menurutnya, saat ini dalam penghitungan sementara, pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka mendapat perolehan suara yang unggul. AHY mengaku dirinya tidak melihat ada kejanggalan dalam hal itu.

“Ini tidak bisa, saya tidak melihat ada sesuatu yang sangat aneh di situ, karena memang jaraknya jauh,” ujarnya.

Meski begitu, AHY menghormati jika partai-partai politik kubu paslon nomor urut 1 Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar dan paslon nomor urut 3 Ganjar Pranowo-Mahfud Md ingin menggunakan hak angket. Tetapi, bagi dirinya tak ada kepentingan mendesak untuk melakukan hak angket.

“Kami dari Demokrat secara tegas mengatakan kami tidak melihat ada kepentingan itu,” tuturnya.

“Saya justru lebih tertarik pasca-pemilu ini, setelah mengetahui, tentu namanya pertempuran politik menyisakan orang yang kecewa, orang yang marah, belum bisa mencapai targetnya, saat yang baik untuk kita mulai merajut kembali rekonsiliasi bangsa dan itu harus kita tunjukkan secara genuine,” imbuh dia.

Seperti diketahui capres paslon 03 Ganjar Pranowo ngotot mendorong DPR menggunakan hak angket untuk mengungkap kecurangan Pilpres 2024. Namun sampai sekarang belum juga ana inisiatif dari partai pengusung Ganjar untuk melakukan hak angket tersebut.

PDIP hanya bersuara di media tapi belum melakukan lobi-lobi di DPR untuk menggunakan hak angket, bahkan PPP juga enggan menanggapi hak angket tersebut dan memandangnya tidak perlu.

- Advertisement -spot_img
Berita Terbaru
- Advertisement -
Berita Lainnya
Rekomendasi Untuk Anda
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!