Jelang Pencoblosan, Demokrat Minta Pengawas TPS untuk Patroli Cegah Politik Uang

Demokrat minta pengawas TPS lakukan patroli cegah politik uang

Tajukpolitik – Anggota Komsii VII DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Sartono Hutomo, meminta pengawas TPS atau Tempat Pemungutan Suara untuk patroli mencegah politik uang di masa tenang.

Hal tersebut ia sampaikan agar pemilu bisa berjalan damai dan tanpa adanya politik uang yang merajelela.

Sartono juga berharap agar pelaksanaan pesta demokrasi yakni Pileg dan Pilpres 2024 akan berlangsung besok tanggal 14 Februari 2024. Masyarakat Indonesia akan menentukan pilihannya selama lima tahun ke depan.

Caleg DPR RI Partai Demokrat dari Daerah Pemilihan (dapil) Jatim VII Sartono Hutomo mengimbau masyarakat untuk menolak dan melawan praktik politik uang pada pemilu 14 Februari 2024.

Anggota Komisi VII DPR RI dari dapil Kabupaten Magetan, Ngawi, Pacitan, Ponorogo, dan Trenggalek ini berharap masyarakat dapat memilih caleg yang berintegritas dan memperjuangkan aspirasi masyarakat.

“Meminta pengawas TPS juga untuk patroli mencegah politik uang di masa tenang,” kata Sartono, Selasa (13/2).

Sartono juga berharap agar seluruh elemen masyarakat menjaga keharmonisan pelaksanaan Pemilu 2024 agar berjalan damai. Dia meninta untuk tidak menjelek-jelekkan calon lain.

“Kita bersama-sama bertanggungjawab, tolong menjaga keharmonisan yang ada. Mengkritik boleh, tetapi tidak boleh menjelek-jelekkan, adu argumentasi boleh, tanpa harus saling menjatuhkan jangan saling fitnah,” papar Sartono.

Sartono meyakini, siapapun yang terpilh pada kontestasi Pemilu 2024 merupakan putra-putri terbaik bangsa yang rela mengorbankan seluruh waktu dan kepentinganya untuk negara ataupun daerahnya.

“Yang rela mengorbankan seluruh waktu dan kepentingannya untuk negara ataupun daerahnya,” pungkas Sartono.

Untuk diketahui, saat ini politik uang masih marak terjadi dalam setiap perhelatan Pemilu. Dampaknya adalah suara masyarakat bisa dibeli oleh para caleg yang berakibat kepada biaya politik caleg yang tinggi dan membuat peluang melakukan korupsi terbuka lebar.

Iklan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!