Selasa, 18 Juni, 2024

Janji Ganjar Pertumbuhan Ekonomi 7 Persen, INDEF: Ngomongnya Gampang, Realisasinya Susah!

Tajukpolitik – Wakil Direktur Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Eko Listiyanto, merespons janji capres Ganjar Pranowo yang menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh 7 persen.

Eko memprediksi target sebagaimana janji Ganjar-Mahfud sulit terealisasi.

“Jadi, kalau target pertumbuhan ekonomi 7 persen dalam lima tahun atau rata-rata 7 persen per tahun, memang tidak ada yang tidak mungkin, tetapi sepertinya berat untuk dicapai ya,” ujar Eko, Senin (25/12).

Eko mengatakan berdasarkan rekam jejak selama era reformasi, pertumbuhan ekonomi Indonesia sejauh ini tidak pernah menyentuh angka 7 persen.

“Ini pandangan realistis, ya, bukan pesimis. Bukan optimistis berlebihan, ya, karena pasang angka di dalam visi dan misi gampang, merealisasikannya susah,” tegas Eko.

Menurut Eko, angka yang paling realistis untuk dijadikan target adalah 6 persen atau lebih tinggi dari capaian pemerintahan Presiden Joko Widodo, yakni berkisar di angka 5 persen.

Walaupun begitu, kata dia, untuk menyentuh target 6 persen tetap dibutuhkan kerja keras serta harus memiliki sektor-sektor ekonomi dengan daya ungkit yang tinggi.

“Target 6 persen pun butuh sektor-sektor yang bisa mengungkit lebih tinggi, terutama dua sektor yang paling penting,” jelas Eko.

Adapun dua sektor tersebut yakni sektor industri dan sektor pertanian. Khusus sektor industri, menurut Eko, setidaknya pertumbuhannya harus lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi di angka 9 atau 10 persen.

Sementara sektor pertanian minimal harus setara dengan target pertumbuhan ekonomi. Di sisi lain, Eko juga mengatakan bahwa optimalisasi penegakkan hukum dengan memberantas korupsi yang menjadi strategi Ganjar-Mahfud juga dinilai belum cukup untuk bisa menembus target pertumbuhan ekonomi 7 persen.

Misalnya, kata Eko, ide Mahfud pada debat cawapres itu yang bisa menangani korupsi ratusan triliun rupiah, kemudian uang hasil sitaan itu dipakai untuk pembangunan.

“Itu bagus, tetapi tidak kemudian bisa ujuk-ujuk menumbuhkan 7 persen. Sebesar-besarnya belanja pemerintah itu hanya akan berkontribusi sekitar 10 persenan, bahkan kurang dari total PDB nasional,” kata Eko.

Angka 7 persen yang dijanjikan oleh Ganjar tersebut merupakan angka yang kelihatannya sangat sulit untuk direalisasikan. Pasalnya, kalau kita bicara terkait perekenomian, tentu saja sangat berpengaruh terhadap kondisi sosial ekonomi global.

- Advertisement -spot_img
Berita Terbaru
- Advertisement -
Berita Lainnya
Rekomendasi Untuk Anda
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!