Minggu, 23 Juni, 2024

Hancurkan Demokrasi, PAN Tolak Tegas Usulan Legalisasi Politik Uang dalam Pemilu

Tajukpolitik – Partai Amanat Nasional (PAN) dengan tegas menolak usulan legalisasi politik uang yang diusulkan oleh anggota Komisi II DPR dari Fraksi PDIP, Hugua.

Usulan tersebut meminta agar money politics dilegalkan selama pemilu, yang dianggap PAN sebagai ancaman serius bagi demokrasi.

“PAN tidak setuju dan menentang keras money politics dilegalkan. Itu adalah racun, virus yang merusak demokrasi, penyakit yang menyebabkan pemilu menjadi berantakan dan menghilangkan nilai kedaulatan rakyat,” tegas Wakil Ketua Umum PAN, Viva Yoya Mauladi, Rabu (15/5).

Viva menegaskan bahwa money politics adalah musuh utama demokrasi. Dia mengungkapkan keheranannya atas usulan tersebut, mengingat dampak negatifnya yang sangat jelas.

“Politik uang merusak prinsip-prinsip demokrasi yang berdasarkan kesetaraan, keadilan, dan kemanusiaan. Ini akan digantikan dengan materi berupa uang,” jelasnya.

Menurut Viva, melegalkan money politics sama saja dengan menghancurkan fondasi demokrasi.

Tugas utama partai politik adalah melawan praktik-praktik money politics dalam proses pemilihan, bukan malah melegalkannya.

“Ini adalah usulan yang sangat tidak logis dan irasional, yang menunjukkan kesalahpahaman terhadap prinsip-prinsip demokrasi Pancasila di Indonesia,” tambah Viva.

Sebelumnya, dalam rapat kerja dengan KPU di Senayan, Jakarta, Hugua mengusulkan legalisasi politik uang ke KPU melalui peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU).

“Tidakkah kita pikir money politics dilegalkan aja di PKPU dengan batasan tertentu? Karena money politics ini keniscayaan,” kata Hugua, seperti dikutip dari YouTube resmi Komisi II.

Hugua mengklaim bahwa masyarakat cenderung tidak akan memilih politikus yang tidak menggunakan money politics. Selain itu, ia berpendapat bahwa Bawaslu akan lebih mudah mengawasi jika politik uang dilegalkan dengan batasan tertentu.

“Sebab kalau barang ini tidak dilegalkan, kita kucing-kucingan terus, yang akan menjadi pemenang ke depan adalah para saudagar,” ujarnya.

Pernyataan Hugua ini memicu reaksi keras dari berbagai pihak, termasuk PAN, yang berkomitmen untuk terus memperjuangkan demokrasi yang bersih dan bebas dari praktik politik uang.

- Advertisement -spot_imgspot_img
Berita Terbaru
- Advertisement -spot_img
Berita Lainnya
Rekomendasi Untuk Anda
- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!