Dikenal Sebagai Penista Agama, Pengamat: PDIP akan Tumbang Jika Usung Ahok di Pilgub DKI!

Ahok dikenal sebagai penista agama

Tajukpolitik – Dikenal sebagai penista agama, PDI Perjuangan (PDIP) berisiko mengalami kegagalan besar jika mereka memilih untuk mengusung Basuki Tjahja Purnama, yang lebih dikenal dengan Ahok, dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jakarta tahun 2024 mendatang.

Hal ini disebabkan oleh sejumlah faktor, termasuk latar belakang hukum Ahok yang pernah terjerat dalam kasus penistaan agama.

Menurut pengamat politik dari Universitas Al-Azhar, Ujang Komarudin, peluang Ahok untuk memenangkan Pilgub Jakarta sangat tipis. Kasus penistaan agama yang pernah menimpanya akan menjadi beban berat yang sulit untuk diatasi dalam persepsi masyarakat karena Ahok telah dicap sebagai penista agama.

Ujang menilai bahwa wacana mengusung kembali Ahok hanyalah sekadar wacana belaka, dan PDIP kemungkinan besar akan mencari kader lain untuk diusung sebagai calon gubernur.

Pernyataan Ujang ini juga dikuatkan oleh politisi PDIP, Darmadi Durianto, yang menyatakan bahwa peluang PDIP mendukung Ahok jauh lebih besar daripada mendukung Anies Baswedan.

Darmadi menekankan bahwa Ahok memiliki rekam jejak yang lebih baik selama memimpin Jakarta, dan statusnya sebagai kader PDIP memberikan alasan lebih untuk mendukungnya.

Meskipun demikian, Darmadi juga menyoroti sulitnya merealisasikan wacana duet Anies-Ahok dalam Pilgub Jakarta 2024. Selain perbedaan gaya kepemimpinan keduanya, kebijakan transparansi anggaran yang menjadi sorotan juga menunjukkan perbedaan pendekatan antara Ahok dan Anies.

Sebelumnya, PDIP sempat membuka suara terkait kemungkinan mereka mengusung Anies Baswedan dalam Pilgub Jakarta 2024. Namun, pesimisme terhadap peluang Anies sebagai cagub DKI Jakarta juga telah terungkap.

Secara keseluruhan, pandangan ini menunjukkan kompleksitas dinamika politik dalam persaingan menuju Pilgub Jakarta 2024. Dengan pertimbangan atas berbagai faktor, termasuk latar belakang hukum dan rekam jejak para kandidat, PDIP harus mengambil keputusan strategis yang dapat memperkuat posisi mereka dalam kontes politik yang semakin ketat.

Iklan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!