Usut Dugaan Mafia Minyak, KPK Periksa Pegawai Pertamina

usut mafia minyak

TajukPolitik – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengusut kasus mafia minyak di PT Pertamina (Persero). KPK menduga ada suap terkait perdagangan minyak mentah dan produk kilang di Pertamina Energy Service Pte. Ltd. Pengusutan itu ditandai dengan pemeriksaan seorang saksi yang merupakan pegawai Pertamina, Sani Dinar Saifuddin, hari ini.

“Pemeriksaan dilakukan di Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi, atas nama Sani Dinar Saifuddin Pegawai PT Pertamina (Persero),” kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Selasa (23/8/2022).

Belum diketahui apa yang bakal didalami penyidik dari keterangan Sani Dinar Saifuddin. Kendati demikian, Ali memastikan bahwa keterangan Sani dibutuhkan untuk sekaligus melengkapi berkas penyidikan mafia minyak dengan tersangka mantan Direktur Utama (Dirut) PT Pertamina Energy Trading Ltd (Petral), Bambang Irianto (BTO).

Sekadar informasi, KPK sudah lama menetapkan Bambang Irianto sebagai tersangka kasus dugaan suap perdagangan minyak mentah dan produk kilang di Pertamina Energy Services Pte. Ltd (PES) selaku subsidiary company PT. Pertamina (Persero). Namun, hingga kini kasus tersebut belum juga dirampungkan.

Dalam perkara ini, Bambang melalui perusahaan SIAM Group Holding Ltd yang berkedudukan hukum di British Virgin Island diduga menerima suap sekira 2,9 juta dolar AS dari Kernel Oil Ltd selama periode 2010-2013. Suap ini diberikan lantaran membantu Kernel Oil dalam perdagangan minyak mentah dan produk kilang kepada PES.

Atas perbuatannya, Bambang Irianto disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b subsider Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sementara itu Presiden Joko Widodo dikabarkan akan menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi dalam waktu dekat. Pasalnya, subsidi yang dikeluarkan pemerintah melalui APBN telah membebankan negara.

Hal tersebut, disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dalam Kuliah Umum di Universitas Hasanuddin yang disiarkan virtual, Jumat (19/8/2022).

“Menaikkan harga Pertalite yang kita subsidi cukup banyak dan juga itu solar, modeling ekonominya (hitung-hitungan) sudah dibuat. Nanti mungkin minggu depan Pak Presiden akan umumkan mengenai apa dan bagaimana mengenai kenaikan harga ini,” ungkapnya.

“Presiden sudah indikasikan sudah tak mungkin kita pertahankan terus demikian,” sambungnya.

Luhut menilai harga BBM di Indonesia merupakan yang termurah dibandingkan dengan negara-negara lain di kawasan.

“Kita ini harga BBM paling murah sekawasan ini, kita jauh lebih murah dari yang lain. Itu (subsidi BBM) terlalu besar kepada APBN kita,” kata Luhut.

Lebih lanjut, Luhut mengatakan bahwa pemerintah telah menyiapkan berbagai alternatif untuk menghadapi hal itu. Masyarakat, kata dia, bisa beralih dari kendaraan berbasis BBM ke kendaraan listrik.

“Karena kemarin subsidi kita Rp 502 triliun, kita harap bisa ditekan ke bawah. Misalnya dengan pengurangan motor dan mobil combustion diganti listrik, kemudian B40,” ucap dia.

Iklan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!