Selasa, 18 Juni, 2024

Skandal Caleg PKB Terpilih, Dituduh Selingkuh dan Aborsi, Ketua Barisan Muda PKB Pandeglang Minta Pemecatan

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

TajukPolitik – Skandal menimpa seorang Caleg Banten terpilih dari PKB yang berinisial LH dituding oleh istri sahnya melakukan perselingkuhan dan bahkan mengaborsi janin yang dikandung oleh wanita selingkuhannya.

Pengakuan ini viral setelah istri sah caleg pkb terpilih mengungkapkannya dalam sebuah video di kanal YouTube Uya Kuya TV pada 28 Maret 2024.

LH, yang merupakan Caleg PKB nomor urut 2 Dapil Banten 11 atau Kabupaten Pandeglang, berhasil meraih posisi kursi kedua PKB di DPRD Provinsi Banten berdasarkan hasil rekapitulasi KPUD Provinsi Banten. Meski demikian, kasus perselingkuhan ini membuat namanya menjadi sorotan negatif di tengah publik.

Ketua Barisan Muda PKB Pandeglang, Reza Pahlepi, mengecam tindakan amoral yang dilakukan oleh LH. Menurutnya, kasus ini merugikan citra partai dan merusak komitmen serta khittah perjuangan PKB. Reza juga menyatakan kekecewaannya terhadap LH, yang dianggap telah mencoreng nama baik partai.

“Isu ini tidak menarik. Kami generasi muda PKB yang selama ini ikut serta berjuang bersama kader PKB lain untuk memenangkan pemilu merasa dirugikan karena ulah dan tindakan amoral saudara LH,” katanya, Senin, 13 Mei 2024.

Reza menambahkan bahwa generasi muda PKB, termasuk Barisan Moeda Peduli PKB Kabupaten Pandeglang, merasa dirugikan dan malu atas perbuatan LH. Mereka mendesak Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB untuk memecat LH secara tidak hormat dan membatalkan pelantikannya sebagai Anggota DPRD Provinsi Banten.

“Ini tidak etis, kami kecewa, bagaimana kami harus melakukan klarifikasi kepada konstituen PKB. Bagaimana kami menghadapi para kiai di Kabupaten Pandeglang mengenai kasus ini,” katanya.

Selain itu, Matin, Wakil Barisan Moeda PKB Pandeglang, juga mengutuk perbuatan LH. Dia mendesak Ketua Umum PKB, H. A Muhaimin Iskandar, untuk menonaktifkan LH dan memberikan sanksi tegas. Matin juga meminta LH untuk mengembalikan harta dan hak istri yang telah digunakan secara paksa serta meminta permintaan maaf secara terbuka kepada semua pihak yang terkait.

Di akhir pernyataannya, Matin mengimbau seluruh jajaran DPAC PKB se Kabupaten Pandeglang untuk mendukung pemecatan LH dan meminta pihak berwajib untuk menelusuri dugaan kasus aborsi yang dilakukan oleh LH.

- Advertisement -spot_img
Berita Terbaru
- Advertisement -
Berita Lainnya
Rekomendasi Untuk Anda
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!