Sindir Pemerintah Impor Beras 2 Juta Ton, Andi Sinulingga: Katanya Sudah Banyak Cetak Sawah Baru

impor beras 2 juta ton

TajukPolitik – Aktivis Kolaborasi Warga Jakarta, Andi Sinulingga, soroti, pernyataan Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan (Zulhas) soal rencana pemerintah yang akan impor beras sebanyak 2 juta ton hingga akhir tahun 2023.

Andi Sinulingga pun menyindir soal pemerintah yang sudah banyak mencetak sawah baru, serta pembangunan bendungan dan irigasi. Bahkan dalam beberapa kesempatan, memperlihatkan pembagian alat alat mesin pertanian. Namun, bebernya, Indonesia tetap saja mengimpor beras.

“Katanya sudah banyak cetak sawah baru, banyak bendungan & irigasi yg sudah dibangun, show bagi2 alat2 mesin pertaniaan dll, tapi tetap saja impor dan impor,” beber Andi Sinulingga di linimasa Twitternya sembari menggunggah ulang sebuah berita terkait Mendag mendukung pemerintah yang bakal impor beras 2 juta ton.

Andi Sinulingga juga mengingatkan soal pemerintah yang berjanji menyetop impor beras.”8 tahun lebih sudah, dulu katanya mau stop impor sambil ngenyek2 pemerintah sebelumnya,” bebernya di akun Twitter pribadinya, yang dilihat tajukpolitik.com Senin (28/3/2023)

Seperti diketahui impor beras sebanyak 2 juta ton yang diperintahkan ke Perum Bulog seakan tak ada habisnya. Sebelumnya di tahun 2022 pemerintah telah membuka keran impor beras sebanyak 500 ribu ton.

Tahun ini Badan Pangan Nasional (Bapanas) kembali menugaskan Perum Bulog untuk mengimpor beras sebanyak 2 juta ton. Alasan dari penugasan tersebut tak terlepas untuk menjaga ketahanan pangan nasional hingga akhir tahun 2023.

Kami menugaskan Perum Bulog untuk melaksanakan pengadaan cadangan beras pemerintah (CBP) dari luar negeri sebesar 2 juta ton, sampai dengan akhir Desember 2023,” tulis Kepala Bapanas Arief Prasetyo melalui Surat Penugasan Pengadaan CBP, seperti dikutip, Kamis (30/3).

Dalam surat penugasan tersebut disebutkan bahwa pengadaan sebanyak 500 ribu ton pertama agar dilaksanakan secepatnya, atau segera. Padahal sebelumnya, pada Jumat (17/3/2023) lalu di Pasar Kramat Jati, Arief menuturkan, pengadaan beras dari luar negeri atau rencana impor beras sebanyak 500 ribu ton tidak akan dilakukan dalam waktu dekat, sebab saat ini masih dalam masa panen raya.

“Jangan lagi panen raya kita impor beras. (Kalau seperti itu) berarti tidak ada panen raya dong,” tuturnya.

Pada saat itu dia mengatakan, pihaknya masih belum bisa memutuskan kapan akan dilakukannya rencana impor beras, sebab menurutnya rencana impor masih perlu untuk dibahas dan dikaji dengan melihat hasil perhitungan dari produksi nasional.

“Kita tunggu hasil hitungan beras yang mulai panen Maret ini. Kalau cukup, (berarti) sudah gak ada diskusi (untuk impor) lagi. Kalau tidak cukup harus diantisipasi,” ujarnya pada saat itu.

Iklan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!