Rocky Gerung : Peristiwa Sri Lanka Bisa Saja Terjadi di Indonesia

TajukPolitik РFilusuf dan Pengamat Politik, Rocky Gerung, menilai bahwa saat ini masyarakat masih bisa membayangkan kalau tindakan yang dilakukan rakyat Sri Lanka tidak terjadi di Indonesia.

Seperti yang diketahui, di tengah krisis yang dihadapi negara Sri Lanka, masyarakatnya mampu mengepung istana presiden dengan melakukan banyak hal seperti, berenang, foto dan banyak lagi.

Kendati demikian, Rocky Gerung menyatakan bahwa berdasarkan beberapa komponen analisis baik dari segi sosiologi, ekonomi, dan global politik, hal ini menurutnya sudah ada di depan mata bagi Indonesia.

“Sangat mungkin crossfire-nya melalui gerakan buruh dan gerakan mahasiswa, pasti pemimpin secara konseptual. Jadi, keadaan kita betul-betul cemas,” kata Rocky Gerung dikutip dari akun YouTube pribadinya, Senin (11/7/2022).

“Dan kecemasan itu juga justru yang memungkinkan kita berpikir bahwa kalau misalnya terjadi tertutup seluruh peluang perubahan termasuk ditolaknya presidential threshold, maka siap-siap tambah aja televisi dan bikin kolam renang baru di istana supaya rakyat bergembira masuk ke sana,” tambah Rocky Gerung.

Lebih lanjut, Rocky Gerung tidak menampik kalau peristiwa di Sri Lanka sebenarnya juga terjadi pada tahun 1998 di Indonesia. Belum lagi kejadian ini juga pernah melanda Afganistan.

Dengan adanya fenomena tersebut, Rocky Gerung menilai kalau hal ini tidak perlu ditakuti.

“Rakyat bisa bergembira kok, coba tanya di Sri Lanka tuh, ratusan ribu orang menyerbu istana, ada darah tumpah? Nggak ada tuh, biasa aja. Malah mereka pesta,” ujar Rocky Gerung.

Ia menambahkan gerakan people power ini bisa saja menginspirasi Indonesia, supaya ini biasa aja dan pemerintah nggak usah taruhlah KUHP di situ.

Rocky menegaskan tidak dipungkiri bahwa pada dasarnya rakyat melakukan langkah seperti ini karena ingin menagih janji presiden, termasuk rakyat Indonesia pada Jokowi.

“Dan janji itu kita bandingkan dengan Rajapaksa, Sri Lanka yang gagal. Kalau kita baca berita dari Argentina, menteri keuangannya mengundurkan diri karena inflasinya 26 persen, dan dia nggak bisa atasi itu kan. Dan itu terhubung dengan keadaan kita tuh. Jadi, kita mungkin Menteri Keuangan Indonesia, dari Sri Lanka ke Sri Mulyani dekat sekali sebetulnya,” tutur Rocky Gerung.

Iklan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!