Selasa, 18 Juni, 2024

Rapat Kerja Komisi X bersama Kemenpora dan PSSI, Yoyok Sukawi Tanyakan Proses Perekrutan Pemain Naturalisasi

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

TajukPolitik – Komisi X DPR RI menggelar rapat kerja (raker) dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga serta PSSI membahas naturalisasi kepada dua pemain keturunan yakni Calvin Ronald Verdonk yang membela NEC Nijmegen di Eredivise Belanda dan Jens Raven yang membela FC Dordrecht U-21 di Belanda pula.

Pada kesempatan tersebut, hadir para pimpinan dan anggota Komisi X DPR serta Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo beserta jajaran, serta Sekjen PSSI Yunus Nusi beserta jajaran.

Salah satu anggota Komisi X DPR, Yoyok Sukawi, menanyakan dua hal mengenai proses naturalisasi. Yoyok Sukawi menanyakan bagaimana PSSI melakukan rekruitmen kepada pemain naturalisasi dan yang kedua mengenai pertanyaan apakah para pemain naturalisasi bersedia membela Timnas karena ada iming-iming uang atau tidak.

“Yang pertama saya apresiasi dulu karena peringkat Timnas di FIFA terus naik. Mungkin pertanyaan yang pertama Pak Sekjen bisa disampaikan kepada kami dan masyarakat seluruh Indonesia, mungkin ini pertanyaan yang cukup banyak di masyarakat yaitu bagaimana proses perekrutan pemain-pemain naturalisasi ini? Karena di luar simpang siur yaitu ada yang berkata yang mencari Shin Tae-yong, ada yang bilang team scouting khusus, ada juga yang bilang tim pelatih, netizen-netizen juga ada yang bercanda yang nyari dukun ini karena dapatnya bagus-bagus terus. Nanti mohon dijelaskan gimana perekrutannya,” ujar Yoyok Sukawi, di Ruang Rapat Komisi X DPR, Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta pada Senin (3/6).

“Kedua yang ramai isu di luar terkait pemain naturalisasi ini mendapatkan bayaran atau mendapat iming-iming uang untuk bergabung bersama Timnas. Karena pemain-pemain ini rata-rata pemain grade A di negara asalnya dan klubnya juga baik dan mendapat bayaran cukup besar di klubnya. Silakan Pak Sekjen dan Pak Menpora bisa menceritakan bahwa anak-anak naturalisasi ini memiliki keinginan untuk membela Timnas tanpa bayaran,” lanjut Yoyok Sukawi yang juga mantan anggota Executive Committee (Exco) PSSI ini.

Pertanyaan tersebut lantas dijawab oleh Menpora Dito Ariotedjo bahwa pemain yang dinaturalisasi hanya yang memiliki darah keturunan dan murni kepentingan Timnas, bukan untuk kepentingan klub di Liga Indonesia.

“Seperti yang sudah disampaikan sebelumnya, pemain-pemain tersebut merupakan diaspora dan ini strategi jangka pendek. Ada perbedaan signifikan di 2010, ketika itu naturalisasi untuk klub, namun sekarang untuk kepentingan Timnas dan pemain yang dinaturalisasi wajib memiliki darah Indonesia. Jadi kami tidak benar-benar impor 100 persen, jadi yang memiliki darah langsung Indonesia,” kata Dito Ariotedjo.

Sementara itu, Sekjen PSSI Yunus Nusi juga menjawab secara lugas bahwa pemain-pemain yang dinaturalisasi tidak diberi iming-iming uang. Yunus Nusi menyampaikan bahwa proses naturalisasi murni demi kepentingan Timnas supaya lebih baik ke depannya.

“Bahwa melalui Ketum PSSI telah membentuk Badan Timnas Nasional (BTN) yang salah satu tugas fungsinya merekrut pemain naturalisasi atas rekomendasi pelatih dan direktur teknik. Itu pun diawali di posisi-posisi tertentu yang belum bisa dihuni dengan skill yang mumpuni dari pemain-pemain nasional kita. Beberapa waktu yang lalu Bulan Maret dipimpin STY juga berangkat ke Belanda untuk langsung melihat dan melakukan seleksi pemain-pemain yang dinaturalisasi. Kemudian lanjut di Bulan Mei coach Indra direktur teknik juga berangkat ke Belanda untuk melihat pemain yang memiliki potensi untuk dinaturalisasi,” beber Yunus Nusi.

“Diawali dengan kekosongan tersebut, Shin Tae-yong sangat berharap karena begitu kuatnya dan derasnya ekspektasi masyarakat terhadap prestasi sepak bola nasional, maka melalui ketum PSSI dan Exco disetujui rekrutmen pemain-pemain di luar yang masih berdarah Indonesia dan Alhamdulillah mereka tidak pernah meminta untuk diberikan kompensasi dan kebetulan juga tim kita yang berkunjung ke Belanda langsung mendatangi orang tuanya, bahkan keinginan untuk kembali ke Indonesia dan bermain untuk Timnas juga keinginan dari orang tua serta kakek nenek pemain agar kembali ke Indonesia. Tidak satu pun mereka meminta untuk kompensasi atau pun,” tambah Yunus Nusi.

Komisi X sendiri dalam raker tersebut juga mendukung proses naturalisasi pemain keturunan untuk Timnas termasuk Calvin Ronald Verdonk dan Jens Raven. Setelah raker dengan Komisi X, para calon pemain naturalisasi juga dijadwalkan akan mengikuti raker dengan Komisi III DPR RI untuk diberi rekomendasi dan persetujuan dilakukannya naturalisasi.

- Advertisement -spot_img
Berita Terbaru
- Advertisement -
Berita Lainnya
Rekomendasi Untuk Anda
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!