Protes Tiket Pulau Komodo Komodo 10 Orang Ditangkap, Demokrat: Janganlah Dihadapi dengan Kekerasan

TajukPolitik – Sepuluh peserta aksi mogok massal yang dilakulan pelaku dan operator pariwisata di Labuan Bajo atas kenaikan tiket Pulau Komodo ditangkap polisi di Manggarai Barat, Senin (1/8/2022).

Mereka ditangkap saat aksi mogok massal menolak rencana pemerintah yang hendak menetapkan tarif masuk Pulau Komodo menjadi Rp3,75 juta.

Menanggapi hal itu, anggota Komisi III DPR RI Benny Kabur Harman meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo segera membebaskan kesupuluh orang tersebut.

“Mohon mereka yang ditahan segera dibebaskan. #RakyatMonitor#,” kata Benny di akun Twitter pribadinya, @BennyHarmanID, Selasa (2/8/2022).

Politikus Partai Demokrat itu meminta agar polisi tidak merespons aksi mogok massal dengan kekerasan. Ia menegaskan bahwa menyatakan pendapat dijamin oleh UUD 1945 dan UU negara.

“Yth Pak Kapolri. Demonstrasi itu hak menyatakan pendapat yang dijamin UUD ’45 & UU Negara. Jika masyarakat Labuan Bajo berdemonstrasi meminta penjelasan/menolak kenaikan tarif masuk TNK, janganlah dihadapi dengan kekerasan,” ujarnya.

Aparat keamanan dilaporkan kembali melakukan aksi represif terhadap warga sipil di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat [Mabar], NTT setelah sebelumnya melakukan penangkapan dan kekerasan terhadap pelaku wisata.

Informasi yang diperoleh Floresa.co, kekerasan kembali terjadi pada Senin malam, 1 Agustus 2022, di mana aparat menyerang sekelompok pemuda yang sedang berada di sekitar Polres Mabar serta yang tengah menikmati kopi di sebuah kafe, tak jauh dari Polres.

Tindakan represif itu diawali dengan peringatan agar ratusan massa yang berkumpul di depan markas Polres Mabar segera membubarkan diri.

“Kami minta yang ada di depan Polres kalau tidak berkepentingan silakan pulang daripada kami ambil tindakan tegas,” demikian peringatan tersebut.

Kejadian itu berlangsung tiba-tiba sekitar pukul 21.30 Wita.

Patut dicatat, dalam contoh kasus di Labuan Bajo, seharusnya tidak perlu takut berlebihan terhadap aksi massa, apalagi membuat kota kecil Labuan Bajo dipenuhi hingga 1.000 personel aparat keamanan.

Sebelumnya, sudah berkali-kali pelaku wisata menggelar demonstrasi, setidaknya sejak tahun 2018. Semuanya berlangsung aman dan damai.

Apalagi, saat ini, alih-alih menggelar demonstrasi yang seringkali tidak dipedulikan lagi oleh politisi dan pejabat setempat, pada Senin kemarin, mereka menggelar aksi mogok, dibarengi bakti sosial. Mereka tidak mau lagi berdemonstrasi tetapi menghentikan aktivitas pelayanan wisata selama sebulan ke depan.

Iklan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!