Minggu, 23 Juni, 2024

PPP Ngarep Gabung Kabinet Prabowo-Gibran, AHY: Kita Serahkan Kepada Pak Prabowo

TajukPolitik – Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono belum mendengar terkait keinginan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) untuk gabung di kabinet dan koalisi partai Prabowo-Gibran. Jika benar, AHY menyerahkan keputusan tersebut kepada Prabowo Subianto.

“Saya belum mendengar itu ya. Yang jelas ya kita serahkan kepada pak Prabowo sebagai pemimpin Koalisi Indonesia Maju,” kata AHY di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (27/2).

Hal itu dikatakan AHY setelah Ketua Bappilu PPP Sandiaga Uno mengaku jika partainya siap bergabung dengan ke pemerintahan mendatang. Sedangkan diketahui hasil hitung resmi atau real count sementara KPU RI menunjukkan jika ppasangan Prabowo-Gibran ungggul dengan perolehan suara berkisar 58 persen.

AHY menyampaikan pada saatnya Prabowo tentu akan mengumpulkan para ketua umum partai koalisi untuk membicarakan peluang mengajak partai-partai lain, semisal PPP.

“Dan tentunya biasanya beliau juga akan mengajak bicara para ketua umum partai politik yang saat ini memang sudah ada dalam koalisi tersebut dan tentunya kita ingin saling memberikan masukan,” kata AHY.

Sementara itu, ditanya apakah nantinya PPP akan diterima bila memang masuk kabinet Prabowo-Gibran? AHY tidak memberikan jawaban perihal pertanyaan tersebut.

“Nanti aja kita bicarakan. Yang jelas saya belum ada kesempatan untuk diajak bicara mengenai hal itu,” kata AHY.

Ngarep PPP Diajak

PPP memberikan sinyal kesediaanya sebagai mitra di pemerintahan presiden dan wakil presiden terpilih 2024-2029.

Ketua Bappilu PPP Sandiaga Uno memandang pihaknya akan sangat terhormat bila memang ada ajakan PPP bergabung kembali ke kabinet.

Diketahui, berdasarkam hasil hitung resmi atau real count sementara pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka masih unggul. Sementara PPP sendiri dalam Pilpres 2024 ini berbeda arah dengan koalisi pendukung pasangan calon nomor urut 2 tersebut.

PPP sebagaimana diketahui bersama PDIP, Hanura, dan Perindo mendukung pencalonan Ganjar Pranowo dan Mahfud MD.

Berdasarkan hasil real count sementara, perolehan suara pasangan calon nomor urut 3 ini berada di posiai buncit di bawah pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar.

Mengenai masuk kabinet pemerintahan mendatang, Sandiaga menegaskan bahwa posisi PPP saat ini merupakan partai pendukung pemerintah. Tentu ke depan tidak tutup kemungkinan posisi PPP terap berlanjut di dalam pemerintahan.

“Dari pandangan saya, pandangan pribadi saya, kita pasti akan sangat terhormat untuk diajak membangun bangsa karena sesuai dengan nama partainya, partai persatuan untuk persatuan Indonesia dan pembangunan harus ikut aktif dalam membangun bangsa. Itu pandangan saya,” tutur Sandiaga di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (26/2).

Sementara itu mengenai posisi PPP nantinya, Sandiaga menegaskan akan proses lebih lanjut, semisal rapat pimlinan nasional atau rapimnas.

Meski tidak menutup kemungkinan bergabung ke kabinet mendatang, Sandiaga menyerahkan sepenuhnya kepada presiden terpilih apakah akan mengajak gabung PPP atau tidak.

“Bukan prerogatif saya itu, itu prerogatif di pemerintah, presiden yang terpilih,” kata Sandiaga

- Advertisement -spot_imgspot_img
Berita Terbaru
- Advertisement -spot_img
Berita Lainnya
Rekomendasi Untuk Anda
- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!