Minggu, 23 Juni, 2024

Kritik Impor Bawang Putih dari Singapura, Demokrat: Petani Kita Menderita

TajukPolitik – Anggota Komisi IV DPR RI dari Demokrat, Bambang Purwanto menyayangkan langkah pemerintah Indonesia yang masih melakukan impor bawang putih. Padahal, kata Bambang, Indonesia memiliki banyak petani bawang putih.

Demikian disampaikan Bambang menanggapi data Badan Pusat Statistik (BPS) terkait langkah pemerintah Indonesia yang melakukan impor bawang putih dari Singapura. BPS mencatat, RI mengimpor bawang putih, gandum, juga cabai dari Singapura. Bahkan garam pun, Indonesia harus mengimpor dari Singapura.

“Padahal kita punya petani banyak lahan, banyak rasa bawang putih kita lebih sedap,” kata Bambang saat dihubungi dari Jakarta, Selasa, (21/5/2024).

Bambang menyinggung soal lemahnya semangat pemerintah selama ini untuk mendorong swasembada pangan. Bambang mengingatkan pentingnya memberdayakan petani guna meningkatkan kesejahteraan para petani.

Bambang memahami jika memang menggenjot produksi pertanian dalam negeri bakal lebih mahal daripada membeli dari luar. Namun, kesejahteraan petani lokal tetap penting.

“Karena dibandingkan kalau genjot produksi sendiri lebih mahal ketimbang beli akan tetapi sekalipun lebih mahal kan memberdayakan petani kita dan ujungnya petani juga sejahtera,” papar Bambang Purwanto.

Bambang mengungkapkan, bahaya dari keberlangsungan impor yakni akan membuat sengsara petani. Para petani, kata Bambang, juga akan semakin jauh dari kata sejahtera dengan kebijakan impor tersebut.

“Sedangkan impor terus petani kita bakal sengsara dan beban untuk mensejahterakan petani akan jauh lebih mahal,” tandas Politikus Demokrat ini.

Menurut Bambang, pemerintah seharusnya lebih fokus pada pengembangan pertanian dalam negeri. Langkah ini tidak hanya akan meningkatkan produksi lokal, tetapi juga akan menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan petani. Ia menambahkan bahwa Indonesia memiliki potensi besar dalam sektor pertanian, namun sayangnya potensi tersebut belum dimanfaatkan sepenuhnya.

“Jika pemerintah serius dalam memberdayakan petani, kita bisa mengurangi ketergantungan pada impor. Ini bukan hanya tentang ekonomi, tetapi juga tentang kedaulatan pangan. Kita harus bisa memenuhi kebutuhan pangan kita sendiri,” tegas Bambang.

Bambang juga mengajak masyarakat untuk lebih mendukung produk lokal dan menghargai kerja keras petani Indonesia. “Kita semua harus berperan serta dalam mendukung petani lokal. Dengan membeli produk lokal, kita turut membantu petani kita untuk sejahtera,” ujar Bambang.

Ia berharap pemerintah akan segera mengambil langkah-langkah konkret untuk meningkatkan produksi pertanian dalam negeri dan mengurangi impor. Menurutnya, ini adalah langkah yang sangat penting untuk memastikan kesejahteraan petani dan kemandirian pangan Indonesia di masa depan.

- Advertisement -spot_imgspot_img
Berita Terbaru
- Advertisement -spot_img
Berita Lainnya
Rekomendasi Untuk Anda
- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!