Selasa, 18 Juni, 2024

Kehadiran Kaesang Tak Mampu Bawa PSI Masuk Senayan, Hensat: Kalau Tiba-Tiba Lolos Ajaib

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

TajukPolitik – Kehadiran putra bungsu Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kaesang Pangarep sebagai Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) belum mampu menghantarkan partai tersebut masuk Senayan.

Pengamat politik, Ujang Komaruddin, menilai kehadiran Kaesang belum mampu menarik suara PSI untuk bisa lolos ke parlemen karena bukan berangkat dari kader maupun memiliki pengalaman di parpol.

“Saya melihat Kaesang kan orang baru juga, ujug-ujug jadi ketua umum partai. Itu kalau menurut saya sulit dijual juga,” kata Ujang, Rabu (14/2) malam.

Menurutnya, untuk menarik suara PSI tidak cukup hanya ‘berjualan’ sebagai anak presiden saja. Karena publik sendiri butuh diyakinkan oleh ketua umum partai terkait pengalaman politik maupun di pemerintahan.

Sementara, Kaesang sendiri menjadi Ketua Umum PSI tidak melalui proses panjang dan kaderisasi. Tentunya, kata Ujang, hal ini menjadi problem.

Sehingga, wajar jika PSI tidak lolos ke Senayan walaupun sudah dibantu oleh kekuasaan.

“Tetapi itulah hasil bisa dilihat bahwa rakyat belum mengamanahkan, menganugerahi PSI bisa lolos Senayan. Ini harus evaluasi besar meskipun anaknya Jokowi,” ucap dia.

Menurut Ujang, ini adalah sebuah kenyataan yang harus diterima oleh PSI. Ke depan PSI harus berbenah evaluasi diri jika ingin bersaing untuk kontestasi berikutnya.

Perolehan suara sementara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) saat ini baru 1.891.194 (2,79 persen).

Partai yang dipimpin putra bungsu Presiden Jokowi, Kaesang Pangarep itu berpotensi tak lolos Senayan karena belum memenuhi ambang batas suara 4 persen atau Parliamentary Threshold.

Analis komunikasi politik Indonesia, Hendri Satrio menyebut bahwa jika PSI tiba-tiba lolos berarti ada keajaiban.

“Kalau PSI tiba-tiba jadi lolos ajaib sih,” kata Hensat sapaannya, dalam akun X, Senin, (19/2).

Berdasarkan data yang terpantau di website KPU RI yang diperbaharui pada pukul 10.00, 19 Februari, sudah 56,13 persen suara masuk. Progres 462.045 dari 823.235 TPS.

PSI menduduki urutan ke sepuluh berdasarkan perolehan suara. Dia hanya mengalahkan Perindo, Gelora, Hanura, Garuda, Partai Buruh, Partai Ummat, PBB, dan PKN.

Suara tertinggi duduki oleh PDI Perjuangan 10.622.248 (15,66 persen). Menyusul Golkar 9.528.800 (14,05 persen), Gerindra 8.309.740 (12,25 persen), PKB 7.387.472 (10,89 persen), NasDem 5.908.675 (8,71 persen).

Lalu PKS 5.042.957 (7,43 persen), Demokrat 4.895.162 (7,22 persen), PAN 4.717.548 (6,95 persen).

- Advertisement -spot_img
Berita Terbaru
- Advertisement -
Berita Lainnya
Rekomendasi Untuk Anda
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!