Selasa, 18 Juni, 2024

Hinca Pandjaitan Ingatkan Kepolisian dan BNN Tidak Lengah Terhadap Peredaran Narkoba di Aceh

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

TajukPolitik – Anggota Komisi III DPR RI Hinca Pandjaitan meminta agar Kepolisian maupun BNN tidak lengah dalam mengawasi peredaran narkoba yang masuk ke Indonesia melalui Aceh. Terlebih, menurutnya, Aceh dan Sumatera Utara selama ini terkenal menjadi salah satu jalur perdagangan yang strategis di Indonesia.

“Oleh karena itu, sekali lagi Mabes Polri harus menumpahkan pikirannya untuk masuk (mengawasi) ke Aceh. Begitu juga BNN yang menjadi leading sector untuk mencegah (yang) namanya interdiksi atau masuknya barang barang haram jadah ini, ya, narkoba,” jelas Hinca kepada Parlementaria usai pertemuan dengan Polda Aceh dan Kanwil Kumham Aceh dalam rangka Kunjungan Kerja Spesifik Komisi III DPR RI di Banda Aceh, Aceh, Jumat (31/5).

“Komisi III tadi ngelihat (persoalan pengungsi Rohingya ini) enggak lagi cuma tindak pidana penyelundupan orang. Kalau orang saja bisa begitu cepat masuk, apalagi narkoba.”

Diketahui, Kunjungan Kerja Komisi III DPR RI di samping menyoroti terkait persoalan pengungsi Rohingya, juga menyoroti indikasi adanya Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang berada di Aceh. Dirinya mengaku khawatir jika penyelundupan manusia berkamuflase dengan pengungsi Rohingya yang memaksa untuk masuk. Bahkan, bisa saja TPPO tersebut terkait dengan narkoba.

“Jadi, Komisi III tadi ngelihat (persoalan pengungsi Rohingya ini) enggak lagi cuma tindak pidana penyelundupan orang. Kalau orang saja bisa begitu cepat masuk, apalagi narkoba. Sehingga ada kesan ketika semua orang fokus kepada pengungsi, narkoba menjadi lebih leluasa masuknya. Karena itu selalu pintu masuk ke Indonesia. Ini kan Aceh dan Sumatera Utara,” jelas Politisi Fraksi Partai Demokrat ini.

Hinca menekankan pentingnya koordinasi yang kuat antara Kepolisian dan BNN untuk memperketat pengawasan di daerah perbatasan, khususnya Aceh dan Sumatera Utara, mengingat daerah tersebut sering menjadi jalur utama masuknya barang-barang ilegal, termasuk narkoba. Dengan langkah-langkah preventif yang lebih kuat dan pengawasan yang ketat, diharapkan peredaran narkoba di wilayah tersebut dapat diminimalisir.

Selain itu, Hinca juga mengingatkan bahwa perhatian terhadap pengungsi Rohingya di Aceh tidak boleh mengalihkan fokus dari upaya pencegahan peredaran narkoba. Semua pihak harus tetap waspada dan bekerja sama untuk menjaga keamanan dan ketertiban di daerah tersebut, sehingga Aceh dan Sumatera Utara tidak lagi menjadi jalur strategis bagi perdagangan narkoba dan tindak kejahatan lainnya.

- Advertisement -spot_img
Berita Terbaru
- Advertisement -
Berita Lainnya
Rekomendasi Untuk Anda
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!