Selasa, 18 Juni, 2024

Dede Yusuf Desak Kemendikbud Gandeng Kwarnas Pramuka Buat Join Statement

TajukPolitik – Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Dede Yusuf Macan Effendi mendesak Kemendikbud yang dipimpin Nadiem Makarim agar menggandeng Kwartir Nasional (Kwarnas) untuk memberikan pernyataan sikap bersama secara terbuka terkait Pramuka.

Secara khusus, desakan tersebut disampaikan Dede yusuf untuk menyikapi kebijakan ekstrakurikuler Pramuka sebagaimana Peraturan Mendikbud Ristek Nomor 12 Tahun 2024.

Desakan itu disampaikan Anggota Fraksi Demokrat tersebut dalam Rapat Kerja Komisi X DPR RI bersama Mendikbud Ristek di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 3 April 2024.

“Meminta Kemendikbud dan Kwartir Nasional segera membuat join statement atau press release tentang apa yang dimaksud tentang apa yang disampaikan Mas Menteri bahwa ini dijadikan bagian dari pola ajar melalui kurikulum merdeka,” kata Dede.

Menurut Politikus Demokrat ini, Nadiem perlu menyelaraskan pemahaman bersama Kwarnas terkait Pramuka yang menjadi ekskul sukarela. Sebab, soal Pramuka ini telah diatur dalam UU Nomor 12 Tahun 2010 Gerakan Pramuka berbeda dengan UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas).

“Yang mananya? Campingnya kah? Outbond-nya kah? Atau nilai-nilai Pramuka yang esensial tadi yang masuk ke dalam pendidikan karakter,” ujarnya.

Dede Yusuf berterimakasih Kemendikbud naikan Pramuka dari ekstra kurikuler menjadi co-kurikuler,”Maka harus segera dibikin rapat dengan kwartir nasional tentang hal ini,” ujarnya.

Dede juga sangat setuju dengan revitalisasi Gugus depan (gudep) Pramuka.

“Revitalisasi Gudep menjadi penting, bukan hanya papan nama tapi Gugus Depan yang diamanatkan undang-undang gerakan Pramuka harus  ada. Mudah-mudahan dengan revitalisasi Gudep ini juga ada dukungan dari Kemendikbud terutama untuk pembina-pembinanya ikut mendapatkan sertifikasi,” tukasnya.

Dede Yusuf tetap ingin Pramuka tetap wajib ada di sekolah karena penting bagi pendidikan karakter siswa.

Ia menjelaskan, menambahkan, pramuka juga mendidik siswa untuk menghindari tiga dosa besar pendidikan, yakni kekerasan seksual, perundungan, dan intoleransi.

“Kami dari pegiat pramuka dan orang tua menanggapi ekskul ini semestinya tetap wajib ada. Karena yang namanya pendidikan karakter, khususnya bagi peserta didik, sangat dibutuhkan di zaman sekarang,” ujarnya.

- Advertisement -spot_img
Berita Terbaru
- Advertisement -
Berita Lainnya
Rekomendasi Untuk Anda
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!