Cegah KDRT, Srikandi Demokrat Dorong Perempuan Lebih Sehat, Bahagia dan Berjaya

Srikandi Demokrat dorong perempuan lebih sehat

Tajukpolitik – Ketua Umum Srikandi Partai Demokrat, Annisa Pohan Yudhoyono, menyatakan komitmennya untuk menjadikan perempuan lebih sehat, bahagia dan berjaya.

Hal tersebut ia sampaikan untuk menyoroti kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang masih tinggi di Indonesia yang ditengarai membuat pertumbuhan para perempuan di Indonesia terhambat.

Untuk diketahui, berdasarkan data Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), pada 2023 ini saja, sebanyak 16.350 dari total 18.500 kasus KDRT melibatkan korbannya adalah perempuan.

Atas dasar itulah, Srikandi Demokrat mendorong perempuan lebih sehat, bahagia dan berjaya.

“Sehat itu tidak hanya fisik saja, melainkan sehat fisik, sehat mental, dan sehat lahir sehat batin. Fisik kita harus sehat, mental juga harus sehat, harus bahagia,” ujarnya saat memberikan sambutan dalam acara seminar memperingati Hari Ibu 2023 dengan judul “Merayakan Perempuan. Ibu Sehat, Keluarga Bahagia, Generasi Muda Berjaya, Indonesia Maju” di Jakarta Timur, Minggu (17/12).

Mengutip sabda nabi, Annisa mengatakan bahwa perempuan yang baik akan menghasilkan negara yang baik. Sedangkan perempuan yang tidak baik maka negara juga akan menjadi buruk.

“Itulah bagaimana Rasulullah mengatakan bahwa kita sebagai perempuan memiliki peran yang sangat penting. Karena kita adalah madrasah atau sekolah pertama untuk anak-anak kita,” ungkap Annisa.

Sementara itu, Staff Badan Pembinaan Jaringan Konstituen Dewan Pimpinan Pusat (BPJK DPP) Demokrat, Saskia Khairunnisa menerangkan bahwa kasus KDRT yang menimpa perempuan mesti menjadi perhatian semua pihak.

Sebab, menurut data yang dimiliki Kementerian PPPA maupun lembaga penegak hukum kepolisian dan kejaksaan, menunjukkan tingginya angka kasus KDRT dan kebanyakan korbannya adalah perempuan.

Bahkan, provinsi DKI Jakarta di posisi Ke-3 terbanyak bila dibandingkan dengan provinsi lain di Indonesia dalam kasus tersebut.

Dari catatan Sistem Informasi online Perlindungan Perempuan dan Anak (Simfoni PPPA) sepanjang tahun 2022 hingga Juni 2023 terdapat 15.921 kasus kekerasan terhadap perempuan yang dilaporkan dengan jumlah korban 16.275 orang.

Iklan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!