harga bbm

TajukPolitik – Kenaikan harga BBM memiliki dampak yang diikuti dengan kenaikan harga kebutuhan lainnya. Hal ini bisa berakibat menghambat pertumbuhan ekonomi yang saat ini beranjak pulih.

Walau ada perlindungan sosial yang diberikan pemerintah berupa bantuan sosial belum tentu dapat 100 persen meniadakan dampaknya.

Keterangan ini disampaikan Pengamat Ekonomi Eko Listyanto dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF).

“Ini saya rasa bisa menjadi bantalan walaupun tentu kalau 100 persen meniadakan dampaknya tidak bisa. Karena kenaikan harga BBM akan diikuti dengan kenaikan harga kebutuhan lainnya,” ucapnya di Jakarta seperti dikutip dari VOA pada Agustus ini.

Dia menjelaskan bantuan sosial secara umum akan membantu masyarakat miskin agar tidak terlalu dalam terkena dampak dari kenaikan harga BBM seperti naiknya harga kebutuhan pokok.

Eko Listyanto lebih jauh mengatakan subsidi BBM sering kali tidak tepat sasaran. Pertalite kerap dinikmati kalangan masyarakat yang mampu sehingga kalangan masyarakat menengah ke atas sudah seharusnya berbagi beban dengan pemerintah. Karena anggaran negara tidak bisa seluruhnya hanya digunakan untuk menanggung subsidi energi saja.

“Masyarakat menengah ke atas harus mengetahui bahwa APBN ini tidak hanya untuk subsidi energi. Ada banyak aspek yang lebih mendesak seperti persoalan kemiskinan, kesehatan, serta aspek sosial lainnya. Termasuk peningkatan kualitas SDM di pendidikan, mengatasi rawan gizi yang lebih mendesak. Masyarakat kelas menengah atas yang punya mobil harusnya mengonsumsi BBM dengan harga yang tidak memberatkan pemerintah. Kalau bisa atau siap ya dengan harga keekonomian,” tuturnya.

Kebijakan menaikkan  BBM akibat harga keekonomiannya di tingkat global sudah jauh di atas BBM subsidi di dalam negeri.

Apabila harga BBM subsidi ini tidak dinaikkan akan berdampak pada beban APBN yang sangat berat.

“Cuma tentu saja kenaikannya jangan terlalu drastis karena situasi saat ini di mana pemulihan ekonomi Indonesia belum cukup stabil. Kalau terganggu dengan kenaikan harga BBM atau energi sedikit banyak akan mengurangi laju pertumbuhan ekonomi. Tetapi kalau tidak dilakukan penyesuaian maka implikasinya bisa terjadi kelangkaan-kelangkaan BBM yang ini justru akan bereskalasi kepada bentuk ketidakpastian yang lain. Mungkin bahkan tidak hanya aspek ekonomi. Tetapi aspek sosial dan politik. Ini yang harus diantisipasi,” ungkap Eko Eko Listyanto.

Iklan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini