Sabtu, 22 Juni, 2024

Siap Berantas Internal BPN yang Terindikasi Mafia Tanah, AHY: Kita Hadapi Tegas

TajukPolitik – Menteri ATR/BPN, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan akan menindak tegas oknum aparatur internal ATR/BPN yang terindikasi bekerjasama dengan Mafia tanah.

AHY mengatakan, upaya menumpas mafia tanah ini tak sebatas bertindak keras kepada oknum-oknum eksternal namun internal BPN.

“Jadi negara memastikan pemerintah memastikan Kementerian ATR dan BPN memastikan akan berpihak pada mereka yang diperlakukan tidak adil bagi mereka yang melawan hukum ya kita harus hadapi dengan tegas,” ujarnya.

“Saya menyatakan ini berlaku eksternal dan internal. Mengapa? Karena kita juga tidak boleh keras keluar di dalamnya ternyata masih banyak masalah yang tidak diselesaikan, kita ingin bersihkan ke dalam, tapi juga keluar kita bertindak dengan tegas,” pungkas anak sulung Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono ini.

Diberitakan sebelumnya, Menteri Agraria Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan pihaknya mengungkap kejahatan pertanahan dari mafia tanah di dua daerah yaitu Sulawesi Tenggara dan Jawa Timur.

“Dari pengungkapan di dua daerah tersebut telah berhasil diselamatkan potensi kerugian kurang lebih Rp324 miliar pada 2024,” ujar AHY di GOR Tawangalun Banyuwangi Selasa (30/4).

Sementara untuk potensi kerugian negara yang berhasil diselamatkan Kementerian ATR/ BPN pada 2023 adalah sebesar Rp 13 triliun yang disebutnya sebagai hal luar biasa dan harus terus dilanjutkan.

“Selaras dengan arahan Bapak Presiden, kami akan bekerja serius untuk menghadirkan iklim investasi yang baik di Indonesia melalui kejelasan status hukum atas hak milik tanah bagi para investor,” tambah AHY.

Hal tersebut sebagai wujud dukungan Kementerian ATR/BPN dalam mendukung pembangunan dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Ke depan, Kementerian ATR/BPN disebutnya tidak akan berhenti untuk terus menjadi bagian dari pemerintah untuk menghadirkan keadilan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui kebijakan reformasi agararia, khususnya dalam program retribusi tanah.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Selasa Sore (30/4/2024) menyerahkan secara simbolis 10.300 sertifikat tanah elektronik retribusi kepada para pemegang hak lahan di Gelanggang Olahraga Tawangalun Banyuwangi.

“Ini adalah retribusi tanah yang paling besar di seluruh Indonesia di Banyuwangi,”ujar Jokowi di hadapan ribuan masyarakat Banyuwangi penerima sertifika

- Advertisement -spot_imgspot_img
Berita Terbaru
- Advertisement -spot_img
Berita Lainnya
Rekomendasi Untuk Anda
- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!