Minggu, 23 Juni, 2024

Menteri AHY Redistribusi 250 Hektare Tanah kepada Warga Ciawi Bogor

TajukPolitik – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) melakukan redistribusi 250 hektare (ha) tanah kepada masyarakat Desa Cibedug, Ciawi, Bogor. Lahan seluas 250 ha ini akan ditanami 5.000 pohon mahoni.

AHY mengatakan, penanaman pohon ini bertepatan dengan peringatan Hari Bumi Sedunia. AHY menjelaskan sebelumnya, lahan tersebut pernah terjadi konflik karena dimiliki oleh sebuah perusahaan. Karena Hak Guna Usaha (HGU) perusahaan telah habis masa berlakunya, pihaknya melakukan penataan aset dan akses.

“Bahwa tadinya di sini eks HGU sekitar 250 hektare yang dilepaskan sebagai bentuk redistribusi tanah yang diberikan kepada warga kemudian kita ingin menanam pohon,” kata AHY dalam sambutannya, Ciawi, Bogor, Senin (22/4).

Lebih lanjut, dia menyebut pohon mahoni dapat mengurangi karbondioksida di bumi. Dengan begitu, dapat menjaga bumi sekaligus mencapai target net zero emission (NZE).

Dia bilang, penanaman 5.000 pohon mahoni akan dilakukan secara bertahap. Untuk hari ini, pihaknya akan menanam 200 bibit mahoni.

“Hari ini kita akan menanam sebagai awal 200 pohon bibit mahoni hingga 5.000 (pohon). Dengan ditanamnya, sekali lagi bisa berkontribusi secara positif menghijaukan, menangkap kembali CO2 (karbondioksida) yang tersebar sana-sini. Dengan demikian dapat mengurangi dampak pemanasan global,” jelasnya.

Dia menekankan redistribusi tanah ini termasuk dalam program reforma agraria. AHY berujar Presiden Joko Widodo (Jokowi) selalu berpesan kepadanya untuk fokus pada upaya melakukan redistribusi tanah. Dengan begitu, masyarakat dapat mengelola tanah tersebut hingga ada nilai ekonomi.

Pemberantasan mafia tanah masih menjadi fokus utama Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang/ Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).

Hal ini disebabkan masih banyaknya masyarakat yang menjadi korban mafia tanah.
AHY menerima banyak pengaduan dari masyarakat, baik dari media sosialnya maupun secara langsung terkait praktik-praktik mafia tanah.

“Terkait dengan praktik-praktik mafia tanah ini yang terus kami jadikan sebagai upaya yang serius ya karena banyak sekali korbannya dan ini mengerikan sekaligus juga ya tidak berperikemanusiaan,” kata AHY saat ditemui di Ciawi, Bogor, Senin (22/4).

- Advertisement -spot_imgspot_img
Berita Terbaru
- Advertisement -spot_img
Berita Lainnya
Rekomendasi Untuk Anda
- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!