Selasa, 18 Juni, 2024

Puji Kinerja Menteri AHY Berantas Mafia Tanah, Jokowi: Sudah Sangat Berkurang Sekali

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

TajukPolitik – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memuji kinerja Menteri ATR/BPN Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menghadapi mafia tanah dalam beberapa bulan terakhir.
Jokowi mengakui memang masih ada mafia tanah meskipun jumlahnya sudah berkurang.

Jokowi berkata sertifikat tanah elektronik yang digalakkan AHY akan semakin menekan jumlah mafia tersebut.

“Tadi Pak Menteri BPN menyampaikan ke sana ngurusin mafia tanah, di sana ngurusin mafia tanah, tetapi sudah sangat berkurang sekali,” kata Jokowi dalam penyerahan sertifikat tanah di Banyuwangi, Selasa (30/4).

Jokowi bercerita awal mula menggagas percepatan sertifikasi tanah. Dia berkata masyarakat yang ia temui selalu mengeluhkan sengketa tanah.

Saat Jokowi mengecek, dia menemukan sumber masalahnya adalah sertifikasi yang lambat. Ada sekitar 80 juta lahan belum tersertifikat saat Jokowi baru menjabat presiden.

Lalu, ia kaget Kementerian ATR/BPN hanya mampu melakukan sertifikasi 500 ribu lahan per tahun. Jokowi memerintahkan percepatan, salah satunya dengan sertifikat elektronik.

“Rampung tahun depan. Syukur-syukur bisa rampung tahun ini semua, karena menterinya masih muda,” ucap Jokowi.

Jokowi meminta masyarakat menjaga sertifikat tanah dengan baik. Dia tak masalah bila warga menjadikan sertifikat itu agunan di bank.

“Ini disekolahkan enggak apa-apa, untuk jaminan enggak apa-apa, untuk agunan ke bank enggak apa-apa, tapi kalau sudah dapat uang pinjaman, itu sekali lagi 100 persen untuk modal usaha,” katanya.

Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mencatatkan prestasi yang baik dalam perjalanan karirnya selama 2 bulan menjabat sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Negara (ATR/BPN).

Bahkan, AHY berhasil melakukan pengungkapan kejahatan pertanahan oknum mafia tanah di 2 daerah yaitu Sulawesi Tenggara dan Jawa Timur.

“Dari pengungkapan di 2 daerah tersebut telah berhasil diselamatkan potensi kerugian masyarakat dan kerugian negara sebesar kurang lebih Rp 324 miliar,” urai AHY.

Sementara potensi kerugian negara yang berhasil diselamatkan Kementerian ATR/BPN pada tahun 2023 adalah sebesar Rp 13 triliun yang disebutnya sebagai hal luar biasa dan harus terus dilanjutkan.

- Advertisement -spot_img
Berita Terbaru
- Advertisement -
Berita Lainnya
Rekomendasi Untuk Anda
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!