Selasa, 18 Juni, 2024

Baru Mendarat dari Amerika Usai Hadiri Undangan World Bank, Menteri AHY Siang Ini Terbang Ke Bali Hadiri World Water Forum

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

TajukPolitik – Baru mendarat dari Amerika Serikat tadi malam, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Agus Harimurti Yudhoyono siang ini, Minggu (19/5) langsung bertolak ke Bali untuk menghadiri World Water Forum (WWF).

Acara World Water Forum merupakan forum internasional terbesar yang membahas dan merumuskan kebijakan tata kelola air dan sanitasi dunia. Ini juga forum internasional terakhir yang dihadiri Presiden Jokowi.

“Ini event yang sangat penting karena kita ingin berbicara keamanan sumber daya air, ini bukan hanya isu lokal tapi isu dunia. Kita tahu banyak kawasan dunia yang juga mengalami water scarcity, kelangkaan air. Populasi manusia bertambah terus, kebutuhan industri dan produksi juga terus bertambah, sedangkan air makin lama makin terbatas supply-nya,” jelas Menteri AHY.

Menurut AHY, forum ini juga menyangkut kebijakan Kementerian ATR/BPN.

“Kementerian ATR/BPN juga tentu punya korelasi karena berbicara air dan tanah itu selalu dekat. Baik wilayah daratan maupun wilayah pesisir pantai. Jadi ini yang terus kita ingin hadirkan, solusi bersama tentunya, tidak bisa satu-dua lembaga yang menyelesaikan isu ini, dan harus ada sinergi dan kolaborasi yang baik,” tutup Menteri AHY.

Menteri AHY sendiri baru mendarat di Indonesia pada Sabtu (18/5) tengah malam, AHY tiba dari perjalanan panjang ke Amerika Serikat atas undangan Bank Dunia.

Di sana, Menteri ATR/Kepala BPN menghadiri World Bank Land Conference 2024 di Washington DC. Kegiatan ini baru digelar kembali setelah lima tahun vakum, sejak penyelenggaraan terakhir tahun 2019. Acara ini bertujuan untuk membahas berbagai isu mengenai kepastian hukum hak atas tanah dan kemudahan investasi. AHY juga menjelaskan bahwa kepastian hukum hak atas tanah untuk kemudahan investasi di Indonesia disambut positif oleh peserta World Bank Land Conference Forum di Amerika Serikat (AS).

“Alhamdulillah, kita mendapat respon positif dari berbagai pihak, baik dari bank dunia maupun negara peserta konferensi di AS kemarin,” kata Menteri AHY di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Minggu malam.

Menurutnya, ketertarikan investor asing sangat besar setelah mendapat kejelasan atas kemudahan investasi melalui kepastian hukum hak atas tanah yang akan diberikan pemerintah Indonesia.

“Ini juga yang menjadi tujuan utama dalam ikut konferensi World Bank itu, sebagai memberikan kejelasan kepastian hukum hak atas tanah bagi para pemilik tanah dan untuk kepentingan ekonomi seperti korporasi atau perusahaan,” katanya.

Ia menyebutkan, selama agenda konferensi World Bank di AS, pihaknya memberikan sosialisasi terkait kepastian hukum hak atas tanah serta kemudahan berinvestasi. Hal tersebut, merupakan upaya pemerintah untuk mencapai cita-cita Indonesia Emas di tahun 2045.

“Jangan sampai Indonesia yang besar dan luas lahannya dan sangat potensial untuk dijadikan sebuah industri komersial, akhirnya berpindah ke negara lain,” ujarnya.

Selain itu, kata AHY, agendanya menghadiri undangan bank dunia untuk menyampaikan berbagi kisah sukses Indonesia melakukan pendaftaran tanah lebih dari 100 juta bidang lahan, dan Ini salah satu yang terbesar di dunia.

“Jadi sebuah kehormatan yang diberikan kepada Indonesia untuk menyampaikan kisah sukses dalam administrasi pertanahan atau agraria,” tuturnya.

Kementerian ATR/BPN kedepannya, dipastikan siap mendorong dan mendukung para investor asing untuk berinvestasi di Indonesia melalui kemudahan atas kepastian hak atas tanah, sehingga pada akhirnya bisa menciptakan pertumbuhan ekonomi yang baik.

“Kita juga harus punya iklim atau ekosistem investasi yang baik, kompetitif dan menjanjikan. Dan pada akhirnya bisa menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia,” kata dia.

- Advertisement -spot_img
Berita Terbaru
- Advertisement -
Berita Lainnya
Rekomendasi Untuk Anda
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!