BANGLISANTUY.COM – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyampaikan bahwa harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite (RON 90) yang saat ini ditetapkan sebesar Rp10.000 per liter tidak sepenuhnya mencerminkan nilai keekonomian yang sebenarnya.
Menurutnya, pemerintah masih menanggung selisih harga agar masyarakat dapat membeli Pertalite dengan tarif yang terjangkau. Purbaya menjelaskan, seharusnya harga Pertalite sebelum disubsidi berada di angka Rp11.700 per liter.
“Selama ini, pemerintah menanggung selisih antara harga keekonomian dan harga yang dibayar masyarakat melalui subsidi energi maupun non-energi,” ungkapnya saat Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR beberapa waktu lalu.
Dengan kondisi ini, negara harus menanggung beban sekitar Rp1.700 untuk setiap liter Pertalite yang digunakan oleh masyarakat.
Disisi lain, mulai 1 Desember 2025, PT Pertamina (Persero) berencana untuk menetapkan harga baru bagi seluruh jenis BBM nonsubsidi. Kebijakan ini tentunya akan berdampak pada harga yang akan dibayar konsumen di masa yang akan datang.
Di wilayah DKI Jakarta, harga Pertamax saat ini berada pada angka Rp12.750 per liter, Pertamax Turbo seharga Rp13.750, dan Pertamax Green 95 dijual sebesar Rp13.500 per liter.
Dengan berbagai kebijakan ini, pemerintah berusaha untuk menjaga stabilitas ekonomi sambil tetap mempertimbangkan kebutuhan masyarakat akan energi. Kebijakan subsidi yang diterapkan diharapkan bisa membantu masyarakat, khususnya di tengah kondisi ekonomi yang terus berkembang.
Selanjutnya, pemerintah dan pihak terkait diharapkan dapat terus memantau perkembangan harga bahan bakar minyak serta dampaknya terhadap masyarakat, agar kebijakan yang diterapkan bisa tepat sasaran dan memberikan manfaat yang maksimal.
Dalam konteks ini, penting juga bagi masyarakat untuk memahami bagaimana harga BBM dapat mempengaruhi biaya hidup sehari-hari. Masyarakat diharapkan dapat bijak dalam menggunakan BBM, terutama di tengah situasi yang terus berubah.
Melihat relasi antara harga BBM dan daya beli masyarakat, diharapkan pemerintah dapat merumuskan langkah-langkah yang lebih strategis ke depan. Hal ini penting agar setiap kebijakan yang diambil bisa menjawab tantangan dan kebutuhan masyarakat.




